Hina Kapolres di Facebook, Dua Warga Mimika Terancam Enam Tahun Penjara

Selasa, 01 Okt 2019 20:23 WIT
BARANG BUKTI | Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia (tengah), Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Ananta (kiri) saat menunjukkan barang bukti. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Dua warga Mimika, Papua terancam hukuman enam tahun penjara setelah memposting ujaran kebencian berupa penghinaan kepada Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto.

Dalam press release yang digelar di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia mengatakan, kedua tersangka berinisial SYB dan TMW pada tanggal 26 September lalu memuat ujaran kebencian di media sosial setelah melihat berita di salah satu media online yang berjudul "Kapolres Menyatakan Tidak Boleh Ada Ornamen Merah Putih Biru di Mimika".
 
SBW pemilik akun Facebook Janzen Stev Hbm memberikan ujaran kebencian pada kolom komentar yang menyatakan 'ko pu anjing Kapolres'. 

Tidak hanya itu, SWB juga memposting gambar provokatif dengan tulisan 'ini yang sedang dialamai ORANG PAPUA' dalam gambar tersebut terlihat orang Papua tergeletak kemudian ada gambar tentara memegang senjata api dan satu tangan memegang kamera wartawan.

"Dalam gambar tersebut tersangka mau menceritakan atau menggambarkan bahwa masyarakat Papua meminta untuk merdeka namun aparat TNI Polri menembaki masyarakat Papua dan membungkam berita penembakan tersebut dari media/wartawan," jelas Kasat Reskrim di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Selasa (1/10).

Tersangka lainnya, TMW yang merupakan honorer di salah satu Puskesmas di Timika ini juga membagikan berita tersebut dan menulis postingan 'Takut to makanya bicara begitu.. itu bendera kebangsaan Papua kenapa jadi.. jangan larang timika pu kepala batu susah diatasi kemarin acara bakar batu itu secara tiba" makanya mereka tidak bisa baku angkat dengan kamu... dan berhubung ada orang tua dan anak kecil jadi kamu beruntung. Cuii adat istiadat tdk mengerti baru kata mo larang larang'

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP I Gusti Ananta menjelaskan, TMW memposting itu karena tidak menerima baik tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian ketika membubarkan mahasiswa yang sedang mengadakan acara bakar batu pada Kamis (19/9) di Timika Indah.

"Tersangka mengupload tanggapan terhadap berita itu hanya ikut-ikutan saja setelah melihat adanya postingan yang memprotes situasi kota timika," kata Gusti.

Gusti mengungkapkan, SYB diamankan di rumahnya pada tanggal (27/9) di Jl. Bbusiri Ujung. Sedangkan TMW diamankan pada hari berikutnya tanggal (28/9) Dirumah ya di Jl. Pemuda, SP 1 sekitar pukul 02.00 dinihari.

"Barang bukti yang diamankan 1 buah hp, mereka dijerat dengan pasal UU ITE 45a ayat 2, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak 1 miliar," katanya.

Katanya, hingga saat ini sudah empat tersangka yang diamankan. Ia mengimbau agar jangan lagi ada yang menyebarkan isu yang tidak benar sehingga berdampak kepada masyarakat.

"Ini tindak lanjut dan akan diproses hukum sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Kasat menambahkan, kasus ini juga akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan jasa ahli pidana dan ahli bahasa dari Makassar dan Surabaya.

Reporter : Anya Fatma
Editor: Batt

 

 

Kategori:
Bagikan