Pengungsi di Timika ke Wiranto: 'Kami Mohon Difasilitasi Pulang'

Rabu, 09 Okt 2019 17:08 WIT
Menko Polhukam Wiranto bertemu dan mendengar aspirasi dari para pengungsi Wamena dan Ilaga yang berada di Timika, Rabu (9/10/19). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Rabu (9/10), bertemu dengan para pengungsi dari Wamena dan Ilaga yang saat ini berada di Timika.

Wiranto bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mendengar langsung aspirasi dari pengungsi yang sudah hampir sepekan berada di Timika, Kabupaten Mimika.

Kepada rombongan Menko Polhukam, para pengungsi meminta agar mereka dapat difasilitasi oleh pemerintah bisa kembali ke kampung halaman masing-masing untuk sementara waktu. 

"Mereka ingin kembali ke kampung halaman masing-masing. Ada yang ke Jawa, Toraja, dan Maluku," kata Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Mimika, Daud Bunga, menyampaikan aspirasi pengungsi. 

Sampai saat ini terdata total pengungsi Wamena dan Ilaga khusus yang berada di Tongkonan IKT Mimika berjumlah 128 terdiri dari 119 asal Toraja dan sekitar 9 warga asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

"Mereka sudah hampir satu minggu di sini. Mereka mohon kalau bisa dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Tentu mereka ingin difasilitasi oleh pemerintah," tutur Daud. 

Ia mengatakan, kondisi beberapa pengungsi cukup memprihatinkan. Bahkan ada yang datang hanya dengan pakaian di badan, setelah menghindari kerusuhan Wamena dan teror penembakan di Ilaga.

"Tadi pagi juga ada seorang anak yang datang di Posko Pengungsi di Tongkonan, sudah mulai terserang penyakit. Kami berusaha membawanya ke dokter," ungkap Daud.

Meski demikian, kata Daud, kebutuhan warga di posko pengungsian sementara sejauh ini cukup terpenuhi berkat perhatian banyak pihak yang berdatangan memberi bantuan. 

"Banyak hati yang tergerak dan memberi bantuan," ujarnya. 

Ia juga secara khusus memberi apresiasi dan penghargaan kepada TNI/Polri dan pemerintah atas perhatian yang sangat besar kepada pengungsi di Timika. 

Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Wakapolda Papua Brigjen Pol Jacobus Marjuki datang langsung di lokasi pengungsian dan memberi bantuan pada Selasa (8/10). 

"Kedatangan pemerintah dan pimpinan TNI/Polri ini sebagai obat atas rasa ketakutan dan trauma yang dialami para pengungsi," kata Daud.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, situasi di Papua dan Papua Barat termasuk di daerah-daerah pasca kerusuhan sudah aman terkendali dan aktivitas warga mulai normal kembali.

Pada Rabu siang, sebanyak 109 warga pengungsi di Jayapura telah difasilitasi kembali ke Wamena menggunakan pesawat Hercules TNI AU. 

"Saya juga mengharapkan warga yang dari Ilaga, kalau di sana sudah aman, bisa segera kembali ke sana," kata Wiranto.

Ia mengatakan, pemerintah dan aparat keamanan tentu saja melakukan berbagai upaya untuk memastikan jaminan keamanan bagi warga di daerah pasca kerusuhan maupun teror penembakan di Ilaga.

"Biarlah di sini (Timika) dulu, tentu ada upaya-upaya untuk memastikan tempat di mana saudara-saudara sebelumnya bekerja bisa aman kembali. Dan kalau aman, diharapkan bisa kembali ke sana," pungkasnya.

Sebelumnya, Pangkoopsau III Marsda TNI Andyawan Martono mengatakan, pihaknya akan berupaya membantu kepulangan para pengungsi ke daerah asal masing-masing menggunakan pesawat Hercules secara bertahap. 

"Kami akan berupaya membantu kepulangan secara bertahap, karena kapasitas pesawat kita sangat terbatas. Tapi kami harap semua dapat dipulangkan bersama saudara-saudara kita dari daerah lain juga," katanya.


Reporter: Sevianto
Editor: Misba Latuapo

 

 

Kategori:
Bagikan