Kapolda: Kelompok Bersenjata yang Beraksi di Ilaga Berpindah Tempat

Rabu, 09 Okt 2019 19:10 WIT
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw

TIMIKA | Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, kelompok bersenjata yang sempat beraksi di Ilaga, Kabupaten Puncak, telah berpindah tempat dan tidak lagi berada di wilayah itu. 

Aparat keamanan TNI/Polri mengantisipasi informasi pergerakan kelompok bersenjata tersebut agar tidak meneror wilayah lain setelah keluar dari Kabupaten Puncak.

"Mereka mau pindah ke tempat lain. Nah, berpindah ke tempat lain itu lah yang kami mau rapat. Kami tetap mengantisipasi pergerakan kelompok ini," kata Waterpauw di Timika, Rabu (9/10). 

Bupati Puncak Willem Wandik, katanya, telah berupaya melakukan komunikasi dengan kelompok bersenjata itu terkait apa motif mereka melakukan serangan di Ilaga. 

Dari upaya pendekatan yang dilakukan, Bupati Wandik menerima informasi bahwa mereka melakukan serangan atas desakan dalam kelompok tersebut untuk membuat aksi serentak pada momentum sidang umum PBB. 

"Kelompok ini mendapat tekanan kok mereka diam saja, sementara Wamena sudah berdarah-darah, Jayapura sudah berdarah-darah, kenapa Ilaga diam saja," kata Waterpauw. 

Karena itu, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) kemudian sempat masuk ke Ilaga lalu membakar beberapa rumah penduduk, Honai, dan gedung sekolah tua yang sudah tidak digunakan.

Tidak hanya itu, mereka sempat melepaskan tembakan di area perkotaan dan membuat warga Ilaga ketakutan hingga terpaksa eksodus mengamankan diri ke Timika. 

Sebelumnya pada Kamis (26/9), kelompok bersenjata menembak mati dua tukang ojek di sekitar jembatan gantung muara, Kampung Amunggi, Distrik Ilaga. 

Dua hari berikutnya, Sabtu (28/9), mereka kembali menembak mati Caharuddin (25), penjaga kios di ujung Bandara Ilaga, Kampung Aminggaru, Distrik Omukia.

"Setelah beraksi, mereka bakar batu dan nyatakan kepada Bupati Puncak (Willem Wandik) bahwa mereka tidak mau lagi ganggu Ilaga. Kita lihat saja nanti perkembangannya," kata Waterpauw. 

Kapolsek Ilaga Iptu Manase Sayori mengatakan, pelaku penembakan dan pembakaran di Ilaga teridentifikasi dari kelompok Yambi dan Sinak di bawah pimpinan Yambi Mayu dan Militer Murib. 

Militer Murib, salah satu pentolan sayap militer OPM di pegunungan tengah Papua sempat membuat pernyataan bahwa mereka yang melakukan penembakan terhadap dua tukang ojek. 

"Kelompok Yambi sifatnya seperti itu melakukan penyerangan. Tapi kami TNI/Polri bergerak cepat mengambil sikap, karena Kabupaten Puncak ini tidak boleh terganggu, semua aktivitas harus berjalan kembali," tandas Sayori. 


Reporter: Sevianto

 

Kategori:
Bagikan