Tersangka Kasus Kerusuhan di Papua Bertambah Jadi 92 Orang

Rabu, 09 Okt 2019 22:09 WIT
ANARKIS | Polisi mengamankan demonstrasi berujung anarkis di Timika pada 21 Agustus 2019 lalu. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Kepolisian Daerah Papua telah menetapkan 92 orang sebagai tersangka dalam sejumlah kasus kerusuhan dibeberapa wilayah di Papua seperti di Jayapura, Wamena, Timika dan tempat-tempat lainnya.

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, 14 orang di antara para tersangka tersebut merupakan pelaku kerusuhan di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya pada 23 September lalu.

"Proses penyelidikan dan penyidikan terhadap para pelaku masih terus dilakukan. Khusus kasus Wamena, 14 orang sudah kami jadikan tersangka," ujar Irjen Waterpauw di Timika, Rabu (9/10). 

Kapolda mengatakan, jajarannya masih terus mengembangkan penyelidikan kasus kerusuhan yang terjadi di Wamena dengan memantau data foto dan video para pelaku kerusuhan.

"Kemana pun mereka pergi, kami akan terus mengejar mereka agar diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tandas Waterpauw. 

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto saat menemui para pengungsi Wamena dan Ilaga di Timika, Rabu siang, meminta semua pihak tidak menggeneralisasi seluruh orang Papua sebagai pelaku kerusuhan di Wamena dan tempat-tempat lainnya di Papua akhir-akhir ini.

"Kalau kemarin ada kekacauan, itu bukan dilakukan oleh masyarakat Papua yang mau hidup berdamai, tapi oleh oknum-oknum tertentu. Tujuannya mau mengacau dan memisahkan kita antarsuku. Jadi, jangan menganggap semua orang Papua jahat, tidak. Itu hanya perbuatan oknum-oknum tertentu saja," kata Wiranto, menegaskan.

Menko Polhukam Wiranto hadir di Timika bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Mantan Panglima ABRI era 1990-an itu mengaku membawa rombongan cukup besar dari Jakarta ke Papua, termasuk sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Kerja atas perintah langsung Presiden Joko Widodo guna melihat dan menemui para pengungsi yang berada di Wamena, Jayapura dan Timika.

Selain bertemu para pengungsi, Wiranto juga bertemu sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama (para pendeta) serta tokoh-tokoh adat Papua untuk mengajak mereka menjaga kerukunan dan kedamaian di antara semua orang yang hidup dan bermukim di Papua.


Sumber: Antara
Editor: Sev

 

 

Kategori:
Bagikan