13.046 Keluarga di Asmat Terima Rastra Melalui Program BPNT

Kamis, 10 Okt 2019 23:10 WIT
Kepala Dinas Sosial Asmat, Amir Makhmud

ASMAT | Sebanyak 13.046 keluarga penerima manfaat bantuan beras sejahtera (Rastra) di Kabupaten Asmat akan menerima beras bantuan pemerintah melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asmat, Amir Makhmud mengatakan bahwa pemerintah pusat mengubah program rastra menjadi bantuan pangan non tunai. Dengan perubahan dimaksud, proses penyalurannya pun diubah.

“Untuk di Asmat sebelumnya kami yang salurkan langsung ke masyarakat, tapi dengan BPNT ini penyalurannya melalui BRI. Penerima manfaat diberi ATM khusus, mereka akan ke warung-warung untuk menggesek ATM dan mengambil bantuan beras dan telur,” kata Amir, Kamis (10/10).

Amir menyebutkan jumlah penerima manfaat beras sejahtera di Asmat pada 2019 sebanyak 13.046. kepala keluarga. Tiap kepala keluarga memperoleh beras sebanyak sepuluh kilogram per bulan.

“Perubahan penyaluran ini dalam rangka ketepatan pemberian rastra. Kalau sebelumnya kami yang bagi langsung ke masyarakat. Tapi sekarang tidak lagi, warga tinggal ke e-warung yang telah disiapkan,” ujarnya.

Dikatakan, Dinas Sosial Kabupaten Asmat bekerja sama dengan BRI setempat berupaya menghadirkan e-warung di seluruh distrik, sehingga bantuan bahan pokok (beras dan telur) tersalurkan dengan baik ke masyarakat.

“Uangnya sudah ada dalam ATM, penerima manfaat tinggal menggesek dan mengambil kuota beras dan telur yang disediakan pengusaha,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa selama beberapa bulan terakhir ini pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengusaha. 

Sosialisasi kepada pengusaha dimaksudkan untuk menarik minat pelaku usaha untuk membuka e-warung.

“Karena ini program nasional, maka kita juga harus melihat kesiapan pengusaha. Mulai dari usaha yang digelutinya, sarana prasarana, gudang penampung dan modal,” ujarnya.

Amir menambahkan pihaknya berupaya minimal di setiap distrik ada dua e-warung, sehingga program sosial pemerintah itu dapat diimplementasikan dengan baik di Kabupaten Asmat.

“Untuk di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat sudah ada empat e-warung, di Atsy ada dua. Kami terus menggenjot untuk distrik-distrik lainnya,” pungkasnya.

Reporter: Eman
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan