Ternyata Sebelum Ditikam, Korban Kerjakan Kamar Mandi Gereja di Wamena

Minggu, 13 Okt 2019 09:16 WIT
KAPOLDA | Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw saat memasuki lapangan apel. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Kapolda Papua, Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, pelaku penikaman terhadap dua orang pekerja buruh bangunan dilakukan oleh anak-anak muda yang tidak memiliki pekerjaan atau 'freeman'.

"Ini dilakukan anak-anak muda yang  ingin hidup enak, tapi tidak mau bekerja. Sehingga melakukan gangguan-gangguan berupa perampasan dan sebagainya," kata Kapolda di Pusak Pelayanan Polres Mimika, Minggu (13/10).

Kapolda menerangkan, dua orang yang  menjadi korban, merupakan tukang bangunan yang baru saja mengerjakan kamar mandi di Gereja Katolik, Kampung Woma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Dimana kejadiannya dekat dengan jembatan, samping Kampung Woma. Kata Kapolda, ia sendiri sudah pernah turun ke tempat tersebut.

"Masyarakat di Kampung Woma agak sedikit tertutup. Diduga banyak melakukan kekerasan terhadap ruko-ruko saat kejadian kemarin," katanya.

Untuk itu pihaknya sudah memerintahkan Direktur Rekrim Umum (Direskrimum) Polda Papua beserta penyidik, untuk membantu penanganan kasus ini.

Sementara dirinya bersama Pangdam XVII Cenderawasih akan ke Wamena untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi serta melakukan evaluasi dan penempatan pos-pos.

"Saya akan ke Wamena lagi untuk melakukan koordinasi, khususnya tugas anggota Polri untuk terus melakukan patroli dan lainnya," kata Kapolda.

 

Baca Juga: Seorang Pekerja Bangunan di Wamena Tewas Ditikam OTK

 

Sementara disinggung pernyataan terkait Wamena mulai aman, namun masih ada kejadian penikaman, kapolda mengatakan, pasca kerusuhan yang terjadi pada 23 September 2019 lalu di Wamena sudah bisa ditanggulangi oleh kekuatan personil yang berlapis. Sehingga kondisi pembakaran serta lainnya langsung bisa ditangani dan tidak meluas.

Tetapi tentunya pelaku kejahatan selalu ada, baik yang menggunakan sajam dan senpi menjadi ancaman. Karena itu melalui Kapolres dihimbau kepada pekerja agar tidak keluar dari Wamena. 

"Kalau sudah lepas dari Wamena, maka susah untuk melakukan pengawasan. Ditambah lagi dengan luas wilayah Wamena yang seperti itu," tuturnya.

Perlu diketahui, seorang pekerja bangunan tewas ditikam orang tak dikenal (OTK) saat melintas di dekat jembatan Woma, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (12/10).

Informasi yang dihimpun Seputarpapua menyebut, warga asal Toraja bernama Deri Datu Padang (30) itu meregang nyawa setelah ditikam dibagian perut dan mengalami pendarahan hebat. 

Awalnya, korban bersama lima rekan lainnya berboncengan menggunakan empat unit sepeda motor, saat kembali dari lokasi kerja mereka di depan Paroki Woma menuju Kota Wamena.

Ketika sampai di depan jembatan Woma, korban yang tepat berada pada iring-iringan paling depan, tiba-tiba ditikam oleh OTK yang berjumlah dua orang.

Pelaku berciri-ciri pria dewasa memakai baju merah dan satunya masih remaja. Keduanya melarikan diri ke arah kuburan lama.

Setelah ditikam, korban yang mengendarai motor terjatuh kemudian berusaha bangkit kembali mengendarai motor dengan kondisi pisau masih tertanam di perut. 

Korban melapor di Pos Brimob dekat Pasar Woma kemudian dilarikan ke RSUD Wamena. Sesampainya di rumah sakit, kondisi korban semakin kritis karena mengalami pendarahan hebat. 

Korban sempat menjalani penanganan medis, namun nyawanya tak dapat diselamatkan. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia pada pukul 16.50 WIT. 

Reporter : Mujiono
Editor: Misba

 

Kategori:
Bagikan