Polisi Dalami Tiga Orang Disinyalir Mata-mata KNPB Timika

Senin, 14 Okt 2019 18:37 WIT
BARANG BUKTI | Berbagai barang bukti yang diamankan pihak kepolisian saat membongkar diduga markas KNPB di Timika, Senin (14/10/19). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Jajaran Kepolisian Resor Mimika, Papua turut mengamankan tiga orang saat membongkar sebuah bangunan kayu diduga markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Senin (14/10).

Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia mengatakan, ketiganya tidak menutup kemungkinan adalah mata-mata KNPB. Bangunan yang dibongkar juga sudah dikosongkan dan tak berpenghuni. 

"Kemungkinan, bisa jadi (mata-mata KNPB). Kita dalami, apakah orang itu memang penduduk di sana atau bagaimana, kami akan selidiki," kata I Nyoman di Timika, Senin. 

Beberapa warga di lokasi pembongkaran diduga markas KNPB Timika di SP 3, tepat di belakang Benglap TNI-AD, sempat berupaya mengelabui aparat dengan mengatakan bangunan itu kosong.

Namun, setelah diperiksa ternyata di dalam bangunan berukuran sekitar 8x8 meter itu terdapat sejumlah senjata tajam, hingga atribut KNPB bermotif Bintang Kejora sebagai identitas Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Informasi dari masyarakat, memang tempat itu sering terjadi pertemuan, kumpul-kumpul di situ. Kemudian ada berbagai atribut kami temukan," kata I Nyoman. 

Polisi juga sedang menyelidiki pimpinan baru organisasi pro referendum Papua itu, mengingat Ketua KNPB Timika Steven Itlay sudah ditangkap pada 11 September 2019 lalu di Jayapura. 

Selain itu, polisi menduga adanya pembukaan markas yang baru setelah Sekretariat KNPB Timika di Jalan Sosial dikuasai aparat gabungan TNI/Polri sejak 31 Desember 2018 lalu. 

"Pimpinannya kami sedang selidiki. Maka itu, kami amankan beberapa orang itu untuk dimintai keterangan," kata Nyoman menambahkan. 

Berbeda dengan pernyataan polisi, KNPB mengklaim warga yang diamankan berjumlah lima orang, yakni Sarianus Mbisikmbo, Lakinus Waker, Alex Mirip, Yekson Wandik, dan Aldo Waker. 

Adapun tempat diduga markas KNPB ini hanya berjarak sekitar 300 meter dari jalan poros Cenderawasih, dan memiliki dua pos jaga tepat di samping SMP Negeri 4, berjarak sekitar 150 meter dari jalan utama. 

Dari tempat itu, polisi menyita 115 anak panah beserta 22 busur, 1 kapak, 2 parang, 2 senapan angin, 2 topi loreng berlogo bintang warna merah, 1 pasang sepatu PDL, 7 baju loreng, dan 1 celana loreng.

Tidak hanya itu, polisi juga mengangkut berbagai atribut bercorak Bintang Kejora sebagai identitas OPM, seperti papan kayu, tas Noken, gelang, dan ikat kepala. 

Hampir 300 personel terdiri dari Satgas Amanusa asal Kalbar, Kalteng dan Gorontalo membantu Polres Mimika melakukan patroli dan razia di sejumlah titik pada Senin (14/10). 


Reporter: Sevianto
Editor: Misba Latuapo

 

 

Kategori:
Bagikan