seputarpapua.com

Setelah Semen, Jembatan Udara Timika-Wamena Bidik Kebutuhan Lain

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Setelah Semen, Jembatan Udara Timika-Wamena Bidik Kebutuhan Lain
Menteri BUMN Rini Sumarno bersama rombongan berkesempatan meninjau Pelabuhan Paumako Timika yang menjadi titik akhir program tol laut di wilayah Selatan Papua beberapa waktu lalu – (Foto: Mujiono/SP)

TIMIKA | Program jembatan udara Timika-Wamena sejak dimulai telah melayani pengangkutan semen. Kini program tersebut membidik kebutuhan lainnya yang harganya terlampau mahal di wilayah pegunungan Papua.

Kepala Cabang PT Pelni Timika Suaidi mengatakan, ada tiga bahan bangunan yang paling dibutuhkan di Wamena dan wilayah pegunungan Papua lainnya, yaitu semen, seng, dan paku.

“Ke depan bukan hanya semen yang dikirim ke Wamena, tapi juga barang kebutuhan pokok lainnya. Mudah-mudahan ke depan material lainnya bisa diangkut melalui program jembatan udara ini,” kata Suaidi di Timika, Selasa (12/9/17).

Program jembatan udara Timika-Wamena resmi dimulai bertepatan dengan peringatan HUT RI ke 72 lalu baru melayani pengangkutan semen. Dengan adanya program tersebut, maka harga semen di Wamena dan sekitarnya kini menurun drastis.

Suaidi mengatakan penerbangan jembatan udara untuk mengangkut material semen ke Wamena dari Timika rutin dilakukan menggunakan pesawat TriMG dan pesawat Hercules masing-masing empat kali seminggu.

“Sejak penerbangan perdana pada 17 Agustus 2017, pesawat Hercules mengangkut semen sebanyak 10 ton ke Wamena. Ini dalam rangka menurunkan disparitas harga yang terlalu tinggi antara Pulau Jawa dengan daerah di pedalaman Papua,” kata Suaidi.

Ia mengatakan ada dua BUMN yang ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan program jembatan udara Timika-Wamena yaitu Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Pelni Logistic selaku anak perusahaan PT Pelni.

“Jadi rata-rata setiap kali penerbangan jembatan udara Timika-Wamena, baik pesawat TriMG maupun pesawat Hercules TNI AU mengangkut sebanyak 14 ton semen,” jelasnya.

Sementara itu, program jembatan udara juga rencananya akan dibuka dalam waktu dekat untuk Timika-Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak.

PT PPI yang ditunjuk menyelenggarakan program tol udara Timika-Ilaga sementara ini masih menjajaki kerja sama dengan operator penerbangan yang akan mengangkut material bahan kebutuhan pokok masyarakat di Ilaga dari Timika.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Sumarno bersama rombongan berkesempatan meninjau Pelabuhan Paumako Timika yang menjadi titik akhir program tol laut di wilayah selatan Papua dan Bandara Mozes Kilangin yang menjadi salah satu sentra program jembatan udara ke wilayah pedalaman Papua.

Rini Sumarno meminta dukungan semua pihak terhadap program tol laut dan tol udara yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk menekan harga barang kebutuhan pokok yang sangat mahal di wilayah pedalaman Papua. (rum/SP)

Berita Terkait
Baca Juga