SPBU di Timika Jangan Jual Solar untuk Kendaraan Industri

Selasa, 15 Okt 2019 17:04 WIT
ANTREAN | Terlihat kendaraan truk yang mengisi antrean pada SPBU Hasanuddin Timika, Papua. (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Timika, Papua, diminta untuk tidak menjual BBM jenis solar untuk kendaraan industri. 

Hal ini disampaikan Sekretaris Disperindag Kabupaten Mimika Innosensius Yoga Pribadi, di Timika, Selasa (15/10).

Dikatakan, pegawai SPBU harus mampu menolak kendaraan industri yang akan mengisi solar.

Sebab, solar di SPBU merupakan subsidi yang diperuntukan untuk rakyat, bukan untuk perusahaan. 

"Karena aturannya itu kendaraan di atas roda delapan tidak boleh melakukan pembelian pada subsidi, melainkan ia harus ke Dexlite," kata Yoga. 

BBM jenis premium dan solar di SPBU merupakan subsidi. Sehingga hanya diperuntukan untuk kendaraan pribadi milik masyarakat. 

Sedangkan, kendaraan dinas maupuan kendaraan industri tidak diperbolehkan mengisi BBM subsidi di SPBU. 

"Teman-teman SPBU juga sudah mengetahui dengan jelas perannya, karena saat kontrak dengan Pertamina itu mereka sudah tahu mana yang harus di salurkan dan layani," kata Yoga. 

Selasa pagi, anteran kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU di Timika. Pantauan media ini, antrean justru terlihat pada kendaraan roda enam yang akan mengisi solar. 

Mengatasi permasalahan itu, Disperindag Kabupaten Mimika akan menertibkan SPBU melalui surat edaran agar tidak mengisi BBM subsidi untuk kendaraan industri. 

"Jadi, tidak hanya untuk menertibkan pedagang BBM eceran saja. Kita juga akan tertibkan agen, pangkalan sampai ke SPBU untuk tertibkan subsidinya," tegas Yoga. 

Berdasaekan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎,  pengguna BBM tertentu termasuk solar subsidi hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum.

Sehingga, sekalipun kendaraan tersebut sewa ataupun dimiliki industri langsung, tetap saja kendaraan industri khususnya  di atas roda enam, tidak berhak menggunakan Ssolar bersubsidi. 

Reporter : Hadija Laisouw
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan