SDIT Permata Papua Peringati Hari Cuci Tangan Sedunia

Selasa, 15 Okt 2019 19:35 WIT
Para siswa saat mempraktikkan cuci tangan pakai sabun. (Foto: Istimewa)

TIMIKA | Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia. Di Timika, Papua, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Papua merayakannya dengan melaksanakan apel hari cuci tangan sedunia dan melaksanakan Deklarasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS).

Kepala SDIT Permata Papua, Witri mengatakan, dalam peringatan tersebut dilakukan sosialisasi tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun. 

Para siswi diajak melakukan simulasi cara mencuci tangan yang benar dengan tujuh langkah. Kemudian para siswa dibagi per kelas dan diarahkan oleh masing-masing wali kelas untuk mencuci tangan pada fasilitas Sanitasi di sekolah tersebut. 

Tujuh langkah cuci tangan yang benar antara lain basahi tangan, berikan sabun, gosok telapak tangan, gosok punggung tangan kanan dan kiri, gosok sela-sela jari, ujung jari dan dibasuh dengan air mengalir. 

"Yang disebut cuci tangan yang benar bukan hanya pakai air saja, tetapi juga memakai sabun dan air mengalir," katanya kepada wartawan di sekolahnya, Selasa (15/10).

Pentingnya cuci tangan kata Witri, agar para siswa bisa menjaga kebersihan dan menjalankan hidup sehat. Ini tentu akan menghindari siswa dari berbagai penyakit seperti diare, batuk, pilek, sakit mata, ISPA dan berbagai penyakit lainnya yang bisa disebabkan karena tidak mencuci tangan.

"Kalau kita semua sehat akan produktif melakukan kebaikan-kebaikan, kalau murid-murid akan bisa belajar dengan nyaman, konsentrasi dan prestasinya akan meningkat," tuturnya.

Katanya, cuci tangan pakai sabun juga ternyata mempengaruhi kesehatan anak dan kehadiran anak di sekolah sampai 51 persen.

Dalam deklarasi CTPS, para siswa diajak untuk mencuci tangan dalam enam saat yakni, cuci tangan sebelum makan, setelah buang air, setelah bermain, setelah memegang hewan, setelah batuk, bersin atau membuang lendir dari hidung dan setiap kali tangan terlihat kotor.

"Penting untuk memiliki kebiasaan hidup bersih dan sehat karena hidup bersih bagian dari iman dan ketika kita melakukan kebersihan itu sesungguhnya kita akan menjadi orang yang dicintai Allah," tuturnya.

Pihak sekolah oleh ketua Yayasan diarahkan untuk menjaga semua sarana Sanitasi sekolah termasuk toilet agar para siswa dan guru-guru juga bisa ikut menjaga kebersihannya.


Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan