Polisi Bekuk Dokter Gadungan di Timika

Jumat, 18 Okt 2019 16:47 WIT
BUKTI | Wakapolres Kompol I Nyoman Punia yang didampingi Kanit 3 Tipidkor Satreskrim Polres Mimika saat menunjukkan foto saat Hadi Susanto memeriksa pasien. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Hadi Susanto alias HS, seorang pria paruh baya yang mengaku sebagai dokter di Klinik B-Care berhasil dibekuk satuan Reskrim Polres Mimika 2 Oktober 2019 lalu di Jalan Mato setelah menerima laporan dari tiga warga 

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia mengatakan,  HS sengaja  menggunakan gelar atau bentuk lain dan menimbulkan kesan kepada masyarakat bahwa dia (HS) adalah dokter atau dokter gigi, yang telah memiliki surat registrasi dokter atau surat ijin praktek.

“Tindak pidana ini sebagaimana pada pasal 77 juncto pasal 73 ayat 1, Undang undang RI nomor 29 tahun 2004, tentang praktek kedokteran dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. HS bisa dipidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp150 juta,” kata Wakapolres di Pusat Pelayanan Polres Mimika, Jumat (18/10).

Wakapolres menjelaskan, kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang merasa tidak sesuai dengan pelayanan. HS juga tidak terdaftar di organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Itu artinya HS bukan seorang dokter resmi. 

Dari laporan tersebut, Satreskrim Polres Mimika melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi serta telah mengamankan HS. 

“HS sudah jalankan praktek kedokteran sejak 2012-2018, dengan membuka Klinik B Care di Jalan Budi Utomo,” katanya.

Pada praktek kedokterannya, HS mengambil sampel darah, melakukan penyuntikan dan memasang infus. 

“HS berani menyuntik vitamin ke pasien. Tindakannya sangat berbahaya. Dalam arti, apabila pasien ini alergi terhadap pasien maka bisa mengancam jiwa,” terangnya. 

Hasil pemeriksaan, HS sendiri mengaku sebagai dokter lulusan Universitas Indonesia serta lulus S3 Kedokteran luar negeri, dan pernah praktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Namun disaat ditanyakan, HS mengaku bahwa ijasahnya terbakar sehingga tidak bisa menunjukkannya.

“Setelah dicek ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, tidak ada nama HS yang mengajukan ijin praktek. Dan tidak mengakui bahwa HS ini seorang dokter. (sebenarnya) HS lulusan D3 Analis Kesehatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari pengungkapan ini, penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa satu buah tas merek ZEGARI bertuliskan B-Care, satu buah stetoskop warna hitam merek LITMANN, satu buah alat pengukur tensi otomatis merek OMRON, enam buah jarum suntik dan tabung.

Empat  buah botol plastik berisi kapas alcohol, empat sachet kapas alcohol, satu buah alat pengukur oksigen dalam darah merek PULSE OXIMETER, 16  buah tabung termpat darah.

Satu botol BENODON, satu buah kartu klinik B-Care, satu lembar struktur klinik B-Care, satu rangkap surat kerja sama investasi klinik B-Care, satu lembar fotocopy KTP atas nama HADI SUSANTO pekerjaan DOKTER, SIM A dan SIM C atas nama HADI SUSANTO pekerjaan DOKTER. Dan satu buah kartu nama DR HADI SUSANTO pada RS. TNI AL Dr. MINTO HARDJO.

Ditambah satu rangkap hasil pemeriksaan laboratorium pasien atas nama ABDUL WAHID tanggal 23 Desember 2016 yang dikeluarkan Klinik B-Care. Serta satu rangkap fotocopy salinan akta perjanjian Nomor 11-antara Tn. ABDUL WAHID ACHBERIA dan Tn. Dokter HADI SUSANTO tanggal 28 Desember 216 yang dibuat dihadapan Notaris AJI SUSANTO, SH., MK.n.


Reporter : Mujiono
Editor: Misba

 

Kategori:
Bagikan