Enam Tahun Dokter Gadungan Jalankan Praktek di Timika

Jumat, 18 Okt 2019 17:10 WIT
DOKTER GADUNGAN | Hadi Susanto yang merupakan dokter gadungan saat diamankan Polres Mimika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Sejak 2012-2018 atau enam tahun, Hadi Susanto alias HS menjalani profesi sebagai dokter gadungan di Klinik B-Care, Jalan Budi Utomo, Timika Papua. 

Aksinya yang begitu lihai ini berhasil diungkap polisi setelah menerima laporan dari tiga pasien Klinik B-Care pertengahan September 2019 lalu.

Kanit 3 Tipidkor Reskrim Polres Mimika, Ipda Lexi Mediyanto menjelaskan,  tiga pelapor pernah menjalani perawatan di Klinik B-Care dan ditangani langsung oleh pelaku.

Setelah menerima laporan, kata Ipda Lexi, pihaknya langsung melakukan penyidikan dan penyedikan serta  berhasil menangkap pelaku di Jalan Matoa, 2 Oktober lalu.

“Untuk tersangka HS (Hadi Susanto) sendiri sudah kami amankan,” kata Lexi di Pusat Pelayanan Polres Mimika, Jumat (18/10).

Ipda Lexi menuturkan, pelaku telah melakukan  praktek kedokterannya di Klinik B-Care yang terletak di Jalan Budi Utomo. Dalam statusnya, sebenarnya pelaku sebagai tenaga analis. Namun tugas dan wewenangnya sudah melebihi dan bertindak sebagai seorang dokter. 

Ipda Lexi menyebutkan, pelaku telah melakukan pengambilan sampel darah, memasang infus dan melakukan penyuntikan terhadap pasien.

“Karena kebetulan latarbelakangnya medis, yakni analis kesehatan atau pemeriksaan terhadap laboratorium. Dengan pengetahuannya tersebut, membuat HS (pelaku) memberanikan diri mengakui sebagai dokter. Dan selain melakukan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan di klinik, HS juga melakukannya di luar klinik,” jelasnya.

Ipd Lexi menambahkan, dengan terkuaknya kasus ini, pemilik klinik yang sebelumnya menyerahkan pengelolaannya kepada pelaku  mengambil alih dan melakukan perubahan, mulai nama klinik dan lainnya. Pelaku sendiri sudah tidak diperkenankan lagi untuk ikut campur dalam urusan klinik.

“Untuk status dokter dan perawat di klinik (sekarang) tersebut resmi dan tidak ada masalah. Karena mereka sudah memiliki lisensi dari intansi terkait,” katanya.

Terkait status dokter Hadi Susanto sendiri, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Papua dan Dinkes. Dari IDI menerangkan bahwa pelaku tidak terdaftar sebagai dokter. Begitu juga dari Dinkes, tidak ada nama pelaku yang pernah mengurus terkait ijin praktek.

Namun pengakuan pelaku  yang sudah membuka klinik B-Care sejak 2012-2018, sebagai dokter lulusan S1 Universitas Indonesia, lulusan S3 kedokteran luar negeri dan pernah praktik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

“Atas kasus ini, HS dijerat dengan pasal 77 juncto pasal 73 ayat 1, Undang undang RI nomor 29 tahun 2004, tentang praktek kedokteran dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Dan HS bisa dipidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp150 juta,” terangnya.

Reporter : Mujiono
Editor: Misba

 

Kategori:
Bagikan