Sertifikat Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Penting Bagi Pengusaha

Jumat, 18 Okt 2019 20:45 WIT
FOTO BERSAMA | Pengusaha OAP, pihak Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, KAPP Mimika dan PU Mimika foto bersama usai kegiatan. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Balai Jasa Kontruksi Wilayah VII Jayapura bekerjasama dengan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Mimika, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mimika menggelar fasilitasi dan uji sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi untuk ratusan pengusaha Orang Asli Papua (OAP). 

Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Bobaigo Keuskupan Timika, Jumat (18/10). 

Kegiatan ini digelar berdasarkan Undang-Undang nomor 2 Tahun 2017 yang disebutkan bahwa dalam penyelenggara jasa konstruksi wajib tenaga kerja memiliki sertifikat kompetensi tenaga kerja konstruksi. 

Ketua KAPP Kabupaten Mimika Vinsent Oniyoma mengatakan, kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh KAPP Mimika, karena dinilai  sangat penting untuk menjawab kebutuhan pengusaha. Terutama pengusaha yang bergerak dibidang konstruksi. 

"Jadi sertifikasi ini merupakan salah satu alat, atau salah satu syarat utama untuk bagaimana membantu teman-teman pengusaha Papua, supaya kedepanya mereka juga bisa ikut paket-paket yang didalamnya itu membutuhkan syarat sertifikat keahlian," ungkapnya. 

Katanya, kegiatan tersebut merupakan langkah awal dari KAPP Mimika. Kedepannya akan dibuat lagi dengan melibatkan pemerintah daerah. 

"Mungkin nanti kita akan buat kegiatan berikutnya lagi untuk mendapatkan sertifikat-sertifikat yang lain lagi, karena kan bukan hanya konstruksi saja, ada listrik dan banyak lagi," katanya.

Secara keseluruhan ada sebanyak 500 pengusaha yang sudah terdaftar pada KAPP Mimika. Namun masih dalam tahap identifikasi sehingga dipastikan semua merupakan pengusaha asli Papua.

Hal ini perlu dilakukan agar bisa menjawab regulasi untuk paket-paket pekerjaan penunjukan langsung. 

"Karena kan banyak juga kita kenal ada 'Papua bertopeng' mereka ini ada 60 persen, sementara yang asli Papua hanya 40 persen," jelasnya. 
 
"Dari sekian banyak pengusaha yang ada, 200 diantaranya yang merupakan pengusaha OAP sudah memenuhi validasi, administrasi dan lain sebagainya. Jadi kedepannya, mereka itu bisa ikut dalam pelelangan yang besar," tambah Vincent. 

Kepala Balai Konstruksi Wilayah VII Jayapura Yusuf Rahman mengatakan, semua pengusaha memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. 

"Kita semua memiliki pengalaman yang berbeda-beda dilapangan dan kita mampu bersaing dengan pengusaha dari luar," imbuhnya. 

Yusuf juga mengimbau agar kedepannya pemerintah daerah dapat melakukan pembinaan kepada pengusaha Papua, dengan memberikan pelatihan dan bisa bekerjasama dengan pihaknya.

"Mudah-mudahan kedepan Tahun 2020 Pemda bisa akomodir," pungkasnya. 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan