Pj. Sekda Mimika Mengaku Hampir Tertipu dengan Dokter Gadungan

Senin, 21 Okt 2019 15:46 WIT
Pj Sekda Mimika, Marthen Paiding (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Pj Sekda Mimika Marthen Paiding mengaku hampir tertipu oleh dokter gadungan atas nama Hadi Susanto (HS) yang berhasil dibekuk satuan Reskrim Polres Mimika pada 2 Oktober 2019 lalu. 

Kepada wartawan, Marthen Paiding menceritakan kisahnya yang hampir tertipu oleh dokter gadungan tersebut. HS mengaku lulusan S3 dan diketahui melakukan praktek pada klinik B-Care yang terletak pada Jalan Budi Utomo, Kota Timika. 

"Saya juga hampir tertipu dengan beliau (HS) kami kenal pada pelantikan Bupati dan Wakil Bupati itu saat acara syukurannya Wabup Bapak Jhon," kata Marthen yang ditemui usai Apel Pagi di kantor Sentra Pemerintahan SP 3, Senin (21/10). 

Ia menceritakan bahwa awak mula mengenal Dokter Gadungan tersebut saat acara syukuran Wabup Johannes Rettob. HS menawarkan berbagai macam perawatan yang dikatakan tidak masuk akal. 

"Katanya nanti saya mau dipertemukan dengan orang-orang yang di Jakarta, dan juga beliau menawarkan untuk pengecekan kesehatan, namun saya langsung menolaknya karena saya sudah punya dokter sendiri yang sudah biasa menangani saya," cerita Marthen dengan nada tertawa. 

Namun dilanjutkan bahwa dokter tersebut sering mengejar Marthen demi untuk mendapatkan kepercayaan agar bisa berobat pada kliniknya namun karena usahanya tersebut menimbulkan ketidaknyamanan akhirnya HS-pun langsung diblokir oleh Marthen.

"Karena merasa tidak nyaman dengan tingkahnya saya terpaksa memblokir nomornya," tambah Marthen. 

Dengan adanya penemuan Dokter gadungan tersebut Pemerintah Daerah dibawah Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika akan lebih meningkatkan lagi ketelitian terhadap dokter maupun perawat-perawat yang membuka praktek di klinik-klinik. 

"Jangan karena klinik mengajukan izin untuk beroperasi kemudian personilnya tidak diteliti apakah Dokternya sudah memiliki STR ataukah tidak dan para medis lainnya," imbuh Marthen. 

Karena untuk dapat membuka praktek, Dokter maupun tenaga medis lainnya harus memiliki sertifikasi untuk dapat mengambil tindakan medis terhadap pasien. 

Marthen juga mengatakan bahwa kedepannya Dinas Kesehatan akan lebih ditekan untuk lebih teliti melihat hal-hal seperti itu sehingga jika terdapat kasus seperti HS ini, bisa langsung diambil tindakan. 

Sementara untuk menindaklanjuti kasus tersebut agar tidak terjadi kembali, Pemerintah akan mengkoordinasikan dengan Dinas Kesehatan sehingga semua tempat-tempat praktek yang melakukan praktek-praktek akan dicek kembali. 

"Semua personilnya akan dicek kembali jadi tidak terjadi lagi seperti kemarin sudah sampai enam tahun beroperasi baru ketahuan Dokternya tidak memiliki legalitas," pungkasnya. 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan