Terkait Dokter Gadungan, Pemkab Mimika akan Cek Legalitas Tenaga Dokter di Klinik-klinik

Senin, 21 Okt 2019 16:39 WIT

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua akan mengecek kembali legalitas tenaga dokter dan perawat yang membuka klinik yang ada di daerah itu. 

Hal ini dilakukan menyusul ditangkapnya dokter gadungan atas nama Hadi Susanto (HS) oleh satuan Reskrim Polres Mimika pada 2 Oktober 2019 lalu. 

HS selama ini melaksanakan prakteknya di Klinik B-Care yang beralamat di Jalan Budi Utomo, Kota Timika. 

Pj Sekda Mimika, Marthen Paiding menegaskan, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika meningkatkan ketelitian terhadap dokter maupun perawat-perawat yang bekerja di klinik-klinik. 

"Saya minta Dinas Kesehatan mengecek kembali legalitas dokter dan perawat yang membuka praktek di klinik-klinik," ungkap Sekda. 

"Jangan karena klinik mengajukan izin untuk beroperasi kemudian personilnya tidak diteliti apakah Dokternya sudah memiliki STR ataukah tidak dan para medis lainnya," Lanjut Marthen. 

Ia menambahkan, setiap tenaga media baik dokter maupun perawat atau lainnya wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). 

STR adalah surat pengakuan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk tenaga kesehatan guna mengambil tindakan medis. 

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra, menjelaskan bahwa Dinkes hanya memberikan rekomendasi untuk diterbitkan izin fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan sesuai aturan yang berlaku.

"Dinkes Mimika tidak pernah memberikan izin maupun rekomendasi kepada tersangka," kata Reynold. 

Menurutnya, yang dilakukan oleh Hadi Susanto (HS) tentu sudah menyalahi aturan kesehatan, aturan tentang kode etik kedokteran dan aturan terkait tenaga kesehatan.

"Kami setiap tahun pasti melakukan pengawasan terhadap seluruh fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta," jelasnya. 

Reporter : Hadija Laisouw
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan