Wabup Mimika: Saya Malu Sudah Tiga OPD Demo

Senin, 21 Okt 2019 17:15 WIT
Johannes Rettob (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Wakil Bupati Mimika, Provinsi Papua, Johannes Rettob mengaku malu dengan adanya aksi demo yang dilakukan oleh para pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mimika.

Dalam kurun waktu satu bulan ini, telah terjadi 3 kali aksi demo pegawai dan honorer di sejumlah OPD yang berujung pada pemalangan kantor. 

Pertama, pada 3 Oktober lalu, pegawai Disdukcapil Mimika  melakukan aksi mogok kerja menuntut Plt Kepala Dinas Aprida segera diganti karena dinilai arogan.

Kedua, 17 Oktober 2019, pegawai pada Dinas Koperasi juga melakukan aksi demo dengan menutup pintu kantor menuntut Plt Kepala Dinas Ida Wahyuni masuk kantor karena selama ini ia jarang berkantor dan beberapa tuntutan lainnya.

Terakhir, Senin (21/10) pagi, pegawai honorer Dinas Perhubungan Mimika melakukan aksi demo menuntut Plt Kepala Dinas Yan S. Purba diganti dan juga berbagai tuntutan lainnya. 

Ironisnya semua pegawai dan honorer yang melakukan aksi demo yang berujung pemalangan kantor pada tiga OPD ini, pimpinannya berstatus Pelaksanan Tugas (Plt) Kepala Dinas. 

Serangkaian peristiwa ini lantas menjadi perhatian pimpinan daerah dalam hal ini Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob. Menurutnya, aksi demo yang dilakukan pegawai pada sejumlah OPD ini untuk menunjukkan rasa ketidakpuasan terhadap kepemimpinan kepala dinas. 

"Sekarang bagaimana pemerintah secara keseluruhan melakukan rekonsiliasi kepada semua jajaran pemerintahan baik pejabat serta stafnya," kata John Rettob di Kantor Dinas Perhubungan, Senin (21/10),

John mengungkapkan, jika hanya tuntutan terkait ketidakpuasan dengan kepemimpinan yang ada, aksi pemalangan seperti itu sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Jujur, saya malu, dalam hampir dua bulan sudah tiga kali terjadi Pemalangan kantor, semua sama, tidak setuju dan tidak puas terhadap kepemimpinan kepala dinas," ungkap John.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng. 

Ia berjanji akan segera mencari tahu detail permasalahan inti di internal masing-masing OPD yang melakukan demo, untuk mengetahui apakah  pegawai atau memang pemimpinnya yang tidak benar.

"Ini akan kita sikapi, bukan saja di Dishub tapi di  dua dinas lainnya (Disdukcapil dan Dinas Koperasi) yang melakukan pemalangan seperti ini," katanya.

Wabup sangat menyesali aksi pemalangan seperti ini. Ia menegaskan kedepan tidak boleh lagi terjadi peristiwa seperti ini. 

Ia mengimbau kepada pegawai maupun honorer, kedepan jika ada rasa ketidakpuasan terhadap pimpinan, bisa langsung melaporkan kepada Bupati maupun Wakil Bupati.

"Ini fenomena yang seharusnya kita  seriusi, tidak boleh lagi ada kejadian seperti begini, ini tidak baik," imbuh John.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan