seputarpapua.com

LPMAK akan Berdayakan MPCC Bagi Anak Amor Pengangguran dan Putus Sekolah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
LPMAK akan Berdayakan MPCC Bagi Anak Amor Pengangguran dan Putus Sekolah
SAMBUTAN | Sekretaris LPMAK Abraham Timang memberikan sambutan dalam focus group discussion. (Foto: Anya Fatma)

TIMIKA | Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) akan memberdayakan Multi Purpose Community Centre (MPCC) sebagai pusat pendidikan karakter, disiplin dan ketekunan bagi anak-anak asli suku Amungme dan Kamoro (Amor). 

Hal ini dibahas dalam focus group discussion di Hotel Grand Mozza, Selasa (22/10).

Sekretaris LPMAK Abraham Timang mengatakan, anak-anak asli suku Amungme dan Kamoro yang putus sekolah dan yang tidak memiliki pekerjaan nantinya akan diberikan pelatihan-pelatihan dan pembelajaran.

Ia menyebutkan, bagi anak yang putus sekolah akan diberikan pelajaran seperti Fisika, Matematika, Kimia, Bahasa Inggris dan pendidikan lainnya. 

Sedangkan bagi yang tidak memiliki pekerjaan akan diberikan pelatihan seperti pertukangan, perbengkelan, pertanian dan perikanan.

"Nanti akan dilatih oleh orang-orang profesional. Ini supaya bisa menambah pengetahuan dan memberdayakan anak-anak ini," kata Abraham.

Sehingga, lanjut Abraham, anak-anak tersebut bisa diberdayakan untuk menggali potensi masing-masing. 

Dengan begitu, mereka bisa mengembangkan diri dan bisa berkarya dengan keahlian yang dimiliki.

Untuk anak-anak putus sekolah atau yang lebih dikenal 'anak aibon' ini sendiri telah dilihat, dan melalui program ini semua stakeholder di Mimika diminta fokus untuk bersama menghilangkan istilah itu sendiri.

"Istilah 'aibon' itu mudah-mudahan lima sampai sepuluh tahun kedepan sudah tidak ada lagi," harapnya.

Setelah diskusi yang dilakukan, akan dibuatkan rencana kerja dan program ini akan berjalan di Tahun 2020. 

Untuk itu, kata Abraham, semua pihak harus bertanggungjawab demi kepentingan anak-anak agar bisa menjadi lebih baik.

Cherly Lumenta menyampaikan, LPMAK yang mengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan suku Amungme, Kamoro dan lima suku kekerabatan melalui pemberdayaan pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan.

Salah satu program yang berhasil dalam dunia pendidikan yang dijalankan oleh LPMAK adalah dengan adanya beasiswa bagi anak Amungme Kamoro untuk mengenyam pendidikan mulai dari SD sampai ke perguruan tinggi.

"Yang dilakukan oleh LPMAK ini perlu diapresiasi," katanya saat membacakan sambutan Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Katanya, melihat kondisi saat ini di Timika, masih ada anak putus sekolah yang disebabkan oleh banyak faktor. 

Salah satunya ialah kurang keterampilan, hal ini menyebabkan ketimpangan sosial dan ini tentu menjadi tanggung jawab bersama baik LPMAK, PT Freeport Indonesia maupun Pemerintah Daerah.

"Saya harap LPMAK untuk bersinergi dengan Pemda dan PT Freeport serta bersinergi dengan stakeholder untuk wujudkan masyarakat yang cerdas," katanya.

Pengelolaan MPCC diharapkan secepatnya dapat terealisasi sehingga visi LPMAK dalam meningkatkan kualitas hidup layak, sejahtera lahir dan batin dapat diwujudkan.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra

 

Berita Terkait
Baca Juga