Bapenda Mimika Mulai Aktifkan Pembayaran Pajak Online

Selasa, 22 Okt 2019 20:25 WIT
HADIRI | Para wajib pajak saat mengikuti sosialisasi tax online payment di Hotel Grand Mozza (Foto: Anya Fatma)

TIMIKA | Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika, Papua, mulai mengaktifkan sistem pembayaran pajak secara online (tax online payment) bagi tiga jenis wajib pajak di Kota Timika.

Kepala Bapenda Mimika Dwi Cholifa menjelaskan, ini merupakan salah satu program Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) untuk mengoptimalisasi pendapatan daerah. 

Katanya, tax online payment ini akan dilakukan dengan pemasangan alat yang diberikan oleh Bank Papua kepada Pemerintah Daerah melalui Bapenda. 

Ada dua jenis alat yang diberikan, satu bagi wajib pajak yang selama ini pembuatan pajak masih secara manual, sedangkan alat lainnya bagi wajib pajak yang sudah menggunakan sistem.

"Jadi alat ini untuk merekam semua transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak. Misalnya di hotel A, alat ini langsung merekam hari itu siapa yang masuk, bayar berapa dan itu langsung tersambung ke server di Bapenda," jelas Dwi saat diwawancara di Hotel Grand Mozza, Selasa (22/10).

Menurut Dwi, untuk saat ini dilakukan secara bertahap, dan pada tahap pertama Bank Papua menyiapkan 30 alat. 

Alat ini baru akan dipasangkan kepada tiga wajib pajak diantaranya, hotel, restoran dan tempat hiburan.

"Jadi selama ini tiga jenis pajak ini sifatnya asesmen artinya dia menghitung sendiri, selama ini mungkin hitungannya setelah kita lakukan uji petik ternyata hasilnya dibawah. Dengan alat ini kemungkinan hal itu tidak akan terjadi lagi," ungkap Dwi.

Katanya, dengan adanya alat ini juga dipastikan ketiga wajib pajak ini sudah seharusnya lebih meningkat. 

Ia mencontohkan Kota Jayapura yang sudah menggunakan alat ini pendapatan pajaknya meningkat.

Dengan alat ini, para wajib pajak juga dimudahkan dalam pembayaran pajak. Bapenda juga bisa lebih mudah dalam melakukan pengawasan. 

"Ini bisa kita pantau lewat hp nanti. Kemudian mana yang tidak menjalankan alat ini bisa dipantau dan langsung kita tegur," tuturnya.

Bapenda telah mencoba alat ini di dua wajib pajak yakni restoran dan hotel di Timika.

 Dwi mengatakan, hotel yang dipasangkan alat tersebut mengaku senang dan sangat terbantu, karena selama ini masih mencatat pajak secara manual.

"Intinya yang kita minta dari wajib pajak ada kesadaran untuk menggunakan alat ini dan menjalankan, alat ini dikasih bukan untuk disimpan," tuturnya.

Dwi menyebutkan, 30 alat yang disiapkan untuk tahap pertama ini seluruhnya akan diberikan kepada wajib pajak yang pembayarannya masih manual. 

"Jadi yang 30 ini manual dulu semua, nanti ada lagi," ujarnya.

Di tempat yang sama Kepala Bank Papua Simon Giyai menjelaskan, dengan adanya alat ini diharapkan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. 

Alat ini juga nantinya akan mempermudah Bapenda untuk mengetahui jumlah pasti pendapatan dari para wajib pajak.

"Jadi setelah dipasang dan diaktifkan, setiap transaksi per hari, minggu, bulan hingga tahun akan langsung tercatat," katanya.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan