Sejak Dibangun, SDIT Smart Kids Timika Sudah Terapkan Program CTPS

Senin, 28 Okt 2019 15:26 WIT
PROGRAM CTPS - SDIT Smart Kids di Jalan Hasanuddin, Kota Timika, menerapkan program CTPS. (Foto: Anya/SP)

TIMIKA | Anak-anak usia sekolah memiliki kebiasaan mengkonsumsi jajanan secara bebas diikuti perilaku anak-anak tidak melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum makan. Hal ini mengakibatkan berbagai kuman penyakit akan dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Program CTPS merupakan salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Di rumah, anak-anak tentu akan diawasi oleh orang tua untuk mencuci tangan sebelum makan. Lantas, bagaimana di sekolah? Apakah sekolah-sekolah saat ini sudah menerapkan program CTPS untuk menerapkan PHBS kepada anak-anak?

SD Islam Terpadu (SDIT) Smart Kids Timika, merupakan salah satu sekolah yang sangat perduli dengan perilaku hidup sehat dan bersih. Selain itu, untuk menjaga kesehatan anak-anak dengan menghindari masuknya kuman kedalam tubuh, sekolah ini telah menerapkan program CTPS sejak didirikan lima tahun lalu.

Adapun SDIT Smart Kids Timika adalah salah satu dari 15 sekolah di Kabupaten Mimika yang tahun ini menjadi sekolah binaan UNICEF Tanah Papua-YP2KP untuk program sanitasi sekolah.

Sekolah ini terdiri dari tiga bangunan, dua bangunannya digunakan untuk siswa SD kelas satu sampai enam (kelas lima dan enam hanya siswa laki-laki) sedangkan satu bangunan lainnya digunakan untuk siswa SMP dan siswa perempuan kelas lima dan enam SD dan ruangan guru dan kantor.

"Jadi setiap hari anak-anak sebelum dan sesudah makan harus mencuci tangan dan kami sediakan sabun cuci tangan," kata Kepala Kesiswaan SDIT Smart Kids Timika, Indah Novita Rini saat diwawancara Seputarpapua.com di sekolahnya, Kamis (24/10).

 

alt text

Seorang guru di SDIT Smart Kids Timika tengah berwudhu. (Foto: Anya/SP)

 

Dijelaskan Indah, ada dua waktu makan yang ditetapkan untuk seluruh siswa yakni jam 8.30 dan 12.00. 

Tidak hanya sebelum dan sesudah makan setiap hari Jumat, sekolah ini juga mengadakan bakti sosial di pagi hari. Nah, setelah bakti sosial, anak-anak diwajibkan untuk mencuci tangan pakai sabun kemudian wudhu karena akan melaksanakan sholat.

Sekolah ini memiliki 458 murid terdiri dari  209 murid laki-laki dan 249 perempuan. Dengan demikian, dua toilet digunakan oleh murid perempuan dan satu toilet untuk murid laki-laki.

Bangunan toilet sendiri berada di gedung yang digunakan untuk pelajar perempuan, dimana dua toilet untuk perempuan dan laki-laki berada di lantai satu dan satu toilet untuk perempuan berada di lantai dua.

Masing-masing toilet memiliki lima ruangan dan lebih dari 10 keran air. Keran air ini juga digunakan untuk para siswa berwudhu. Sementara untuk mencukupi kebutuhan air di sekolah tersebut, pihak sekolah menggunakan mesin untuk mengambil air dari sumur yang ditampung dalam dua tanki air.

Menurut Indah, anak-anak disekolahkan itu sangat aktif dan begitu antusias dalam mengikuti program CTPS ini.

"Karena sudah jadi kebiasaan ya jadi anak-anak kadang tidak perlu diingatkan sudah langsung cuci tangan setiap waktunya. Mungkin yang perlu perhatian murid kelas 1," katanya. 

"Kalau kelas 1 sistemnya satu kelas dua guru, jadi anak yang mau ke toilet didampingi satu guru, guru yang satunya lagi di dalam kelas," jelas Indah.

Jumlah keran air di sekolah tersebut, kata Indah, dinilai cukup untuk digunakan oleh ratusan murid tersebut. Meskipun waktu cuci tangan dilakukan di jam yang sama, para murid selalu dengan tertib mengantri di toilet untuk mencuci tangan.

"Ada yang kelas mana lebih dulu mereka cuci tangan duluan, tapi kalau kelas 1 tetap didampingi, karena mungkin kalau diluar pengawasan mereka kadang main air," ungkapnya.

 

alt text

SDIT Smart Kids Timika juga memiliki taman mini yang berada di halaman sekolah. (Foto: Anya/SP)

 

SD Smart Kids sendiri merupakan Sekolah Adiwiyata dibawah pembinaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika. 

Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan dan Taman Hutan Raya DLH Kabupaten Mimika, Wempi Jitmau, menjelaskan Program Adiwiyata adalah program pembinaan oleh Pemerintah yang dikhususkan bagi sekolah-sekolah yang memiliki visi misi tentang lingkungan hidup.

Pembinaan juga dilakukan berdasarkan SK Kementerian Lingkungan Hidup dan juga dilaksanakan atas kerjasama dengan berbagai stakeholder.

Stakeholder lainnya yng diajak bekerjasama untuk program pembinaan ini diantaranya Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Mimika, Tokoh Agama dan media massa untuk publikasi program sekolah Adiwiyata.

Untuk mendukung program tersebut di SD Smart Kids, DLH telah mengajukan anggaran pada APBD Perubahan Tahun 2019 yang mana DLH akan memberikan bantuan berupa tempat-tempat sampah.

Katanya, program Adiwiyata ini sendiri dilakukan karena Pemerintah ingin agar anak-anak sejak usia dini sudah bisa diberikan pembelajaran tentang peduli lingkungan. Beberapa diantaranya dengan menjaga kebersihan toilet di sekolah, membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah plastik.


Reporter: Anya Fatma
Editor: Sev

 

 

Kategori:
Bagikan