Bupati Omaleng: Mimika Siap Jadi Ibukota Provinsi Papua Tengah

Jumat, 08 Nov 2019 11:42 WIT
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng

TIMIKA |  Bupati Mimika, Provinsi Papua, Eltinus Omaleng menyatakan, Kabupaten Mimika sangat siap menjadi Ibu kota Provinsi Papua Tengah yang saat ini tengah diperjuangkan. 

Letak geografis dan demografi menjadi keunggulan Mimika, disamping fasilitas publik yang disediakan sudah sangat representatif sebagai calon ibu kota provinsi. 

Dalam keterangan persnya yang diterima seputarpapua.com, Jumat (8/11), Bupati Omaleng menjelaskan, sejak kepemimpinannya wajah Kota Timika perlahan-lahan mulai ditata dengan baik. Terutama infrastruktur seperti jalan yang terus ditingkatkan serta perbaikan trotoar yang lebih lebar. 

Saat ini, Pemda Mimika sedang membangun jalan simpang delapan yang akan menjadi pusat kota. Jalan ini akan terhubung dengan bandara. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas Kota Timika menjadi ibu kota provinsi. 

Posisi Mimika juga sangat strategis menjadi pusat jasa dan industri di wilayah selatan Papua, dan pegunungan Tengah Papua. 

Berbagai sarana dan fasilitas publik pun sudah tersedia, seperti rumah sakit, hingga fasilitas olahraga bertaraf internasional. 

Selain itu, Mimika memiliki pelabuhan yang menjadi pusat tol laut sehingga terus dikembangkan menjadi pelabuhan samudera yang bisa melayani ekspor dan impor. 

Termasuk,  Bandara terbaik dan terluas di wilayah timur Indonesia setelah Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. 

Kabupaten Mimika juga kata Bupati Omaleng, sudah menyiapkan master plan pembangunan smelter di Kawasan Industri Terpadu, dalam rangka menyiapkan lapangan kerja yang memiliki kompetensi di berbagai bidang. Karena, dalam kawasan industri itu akan ada industri pupuk, semen, sabun dan ikutannya. 

Pengembangan sektor perikanan juga menjadi primadona, dan bisa menjadi sumber devisa bagi daerah setelah dibangunnya Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Pomako, sebagai program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu dilengkapi berbagai fasilitas yang bisa mengundang investor. Bahkan beberapa fasilitas sudah dikelola oleh perusahaan profesional. 

Upaya pemerintah dalam menumbuhkan sektor baru sebagai cara untuk membuat kehidupan masyarakat tetap berlanjut pasca tambang berakhir, sehingga kesempatan dengan adanya tambang sekarang dimanfaatkan untuk pembangunan. 

Pemekaran, lanjut Bupati Omaleng, akan menyiapkan semua peluang pembangunan yang lebih merata agar tersedia infrastruktur, fasilitas publik, pusat pelayanan pemerintah dan pengembangan ekonomi masyarakat di segala bidang. 

“Kita menyiapkan segala fasilitas bagi generasi penerus pasca tambang emas dan tembaga berakhir,” terangnya. 

Bupati Omaleng juga akan berjuang membentuk dua Daerah Otonom Baru (DOB) di Mimika. Itu dilakukan untuk menghadirkan pemerintahan agar lebih dekat dengan masyarakat. 

Pembangunan pun dilakukan dengan cara pendekatan melalui kearifan lokal yang mengutamakan generasi penerus orang asli Papua dengan penguatan kebijakan. Meningkatkan peran kepala daerah dan lembaga adat dari dua suku asli di Mimika. 

Pembentukan DOB di Mimika akan membuka peluang juga sekaligus melindungi hak kesulungan dalam pemerintahan, kesempatan kerja dan dunia usaha lewat koperasi dan bantuan sosial. Ada tambahan dana pembangunan yang lebih terfokus di daerah pinggiran. 

Hadirnya pemerintah yang lebih dekat membuat masyarakat lebih efektif dan efisien. Tidak perlu lagi datang ke Kota Timika yang menghabiskan begitu banyak biaya transportasi yang mahal karena pemerintah sudah hadir lebih dekat diikuti pertumbuhan ekonomi. 

“Ini yang harus di sadari dan di ketahui semua warga dan orang orang yang berbicara miring tentang pemekaran Papua Tengah dan pemekaran Kabupaten Mimika,” tegasnya.

 

Reporter: Batt
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan