296 Warga Mimika Mengidap HIV-AIDS

Jumat, 08 Nov 2019 16:39 WIT
Penanggungjawab HIV-AIDS dan INS, Dinas Kesehatan Mimika, Yoan Tauran. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Sebanyak 296 warga Mimika, Papua sejak Januari hingga September 2019 tercatat mengidap penyakit HIV dan AIDS. Jumlah ini disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra saat diwawancara Seputarpapua.com, Kamis (7/11).

Penanggungjawab HIV-AIDS dan IMS Dinkes Mimika, Yoan Tauran menambahkan, dari jumlah tersebut, 121 mengidap HIV dan 175 mengidap AIDS yang mana jumlah penderita perempuan  149 orang dan laki-laki 147 orang.

"Sampai September 2019 itu sudah 62,9 persen yang menjalani pengobatan," katanya saat diwawancara Seputarpapua.com di Timika, Jumat (8/11).

Berdasarkan data yang diterima Seputarpapua.com lebih dari 90 persen pengidap HIV/AIDS berada di kisaran usia produktif antara 15-49 tahun. Di mana 23 persen di antaranya berada pada usia 25-29 tahun. Sedangkan kurang dari 5 persen berada di usia 15 tahun ke bawah dan 50 tahun keatas.

Jika dilihat dari jalur penularan, 98 persen HIV menular melalui jalur seksual dan 2 persen menular melalui jalur ibu ke anak. 22 penderita diantaranya merupakan ibu hamil.

Para pengidap HIV-AIDS ini ada yang juga ditemukan mengidap IMS sebanyak 44 penderita, sedangkan 223 tanpa IMS. 

Untuk diketahui, total temuan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Mimika sejak 1996 sampai September 2019 sebanyak 6014 kasus.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Mimika, Obet Tekege menjelaskan, jumlah tersebut berdasarkan laporan dari 23 Puskesmas di Mimika.

Kata Obet, Dinkes Mimika memiliki target 982 ODHA yang diketahui hasilnya sekitar 300 penderita.

"Ini berarti harus ada peningkatan kerjasama antara KIA dan Poli umum untuk bisa capai target," katanya di Hotel Serayu, Kamis (7/11).

Untuk fast track tingkat nasional, Mimika mencapai 177 ODHA yang mana telah melebihi target. Untuk ODHA yang melakukan perawatan juga kata Obet melebihi target.

"Intinya kita di Mimika telah mencapai target secara nasional, tinggal kita perkuat pelayanan saja," tutur Obet.

Di Tahun 2019, ada empat pusat pelayanan HIV yang harus diaktifkan, salah satunya Puskesmas Mapurujaya. Ini disesuaikan dengan luas layananya mulai dari Poumako, Kaugapu hingga Ayuka. Lanjutnya, untuk Puskesmas Timika Jaya, Timika dan Jile Ale sudah melakukan pelayanan tes dan juga pengobatan HIV.

Ia mengungkapkan, sejak tahun 2017 seluruh Puskesmas di Mimika sudah melayani pemeriksaan dan pengobatan HIV AIDS. Seluruh tenaga kesehatan mulai dariDokter, Analis hingga apoteker katanya sudah mengikuti pembinaan. 

"Jadi kami harap masyarakat harus semangat untuk lakukan pemeriksaan," harapnya.


 
Reporter: Anya Fatma
Editor: Misba

 

Kategori:
Bagikan