Polres Mimika Serahkan Tiga Tersangka Korupsi di Bappeda ke Kejaksaan

Jumat, 08 Nov 2019 17:51 WIT
KORUPSI | Satreskrim Polres Mimika merilis dugaan kasus korupsi di Bappeda Mimika dengan tiga tersangka. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menyerahkan tiga tersangka dan 207 barang bukti, kasus korupsi di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika.

Penyerahan tiga tersangka, yakni Simon Mote (mantan Kepala Bappeda) selaku penanggungjawab pengguna anggaran, Melianus Nicodemus Mirino selaku bendahara pengeluaran, dan Yunus Edoway selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia mengatakan, ketiga tersangka terjerat kasus dugaan korupsi  dana monitoring dan evaluasi  tahun anggaran 2016 dengan kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar dari total anggaran yang ditetapkan sebesar Rp2,4 miliar.

“Dari kerugian negara tersebut, kami bisa mengembalikan uang negara Rp507 juta. Dan uang ini nanti akan diserahkan kepada kas negara,” kata Wakapolres di Pusat Pelayanan Polres Mimika, Jumat (8/11).

Wakapolres mengatakan, terhadap pengungkapan kasus ini, penyidik Satreskrim sudah memeriksa 88 orang, mulai dari pegawai Bappeda, pegawai BPKAD Mimika, pegawai inspektorat, kepala distrik, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan beberapa maskapai penerbangan.

“Hari ini, Jumat (8/11) kami menyerahkannya tiga tersangka berikut barang bukti kepada Kejaksaan,” tuturnya.

Sementara Kasat Reskrim, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama mengatakan, pengungkapan terhadap kasus korupsi di Bappeda ini dilakukan selama kurang lebih dua tahun enam bulan (2,6 tahun). Yang diawali dari laporan informasi (LI), penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, dan penyerahan berkas dan barang bukti ke kejaksaan.

Dalam melakukan pengungkapan, pihaknya bekerjasama dengan Inpektorat Kabupaten Mimika dan BPKP Papua, untuk kerugian negara.

“Setelah dilakukan koordinasi, maka ketiga tersangka memenuhi unsur. Sehingga dilakukan pemberkasan. Dan hari ini merupakan tahap 2 (penyerahan tersangka dan barang bukti) ke kejaksaan,” katanya.

Pasal yang dikenakan terhadap tersangka, primer pasal 2 ayat (1) Undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. 

Subsidier, pasal 3 Undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Dan juncto pasal 55 KUHP. 

Bunyi pasal 2 ayat (1) Undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. 

“Pasal 2 (1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)”.


Reporter : Mujiono
Editor: Misba

 

Kategori:
Bagikan