Freeport Ajak Anak Sekolah Menjaga Puspa dan Satwa yang Dilindungi

Selasa, 12 Nov 2019 15:07 WIT
Sosialisasi di Aula SMP Advent Timika. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | PT Freeport Indonesia melalui Departemen Environmental mengajak anak sekolah untuk menjaga Puspa dan Satwa yang dilindungi. 

Ajakan ini disampaikan dalam acara sosialisasi yang melibatkan siswa dari beberapa sekolah tingkat SMP dan SMA di Mimika di Aula SMP Advent Timika, Selasa (12/11).

Sosialisasi ini merupakan bagian dari peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap tanggal 5 November. 

Tidak hanya melibatkan anak sekolah, kegiatan ini juga melibatkan beberapa perwakilan paguyuban di Kabupaten Mimika dengan tujuan agar masyarakat juga lebih mengetahui pentingnya melestarikan Puspa dan satwa di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari Departemen Enviromental, Karantina Pertanian, BKSDA Mimika dan Taman Nasional Laurenz.

Kukuh Kusuma perwakilan Departemen Enviromental mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan dan pelestarian Puspa dan Satwa liar khususnya di wilayah Kabupaten Mimika.

"Upaya PTFI dalam berpartisipasi menyelamatkan flora dan fauna yang dilindungi ini telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir," katanya kepada peserta sosialisasi.

Salah satu peserta sosialisasi kepada narasumber menanyakan terkait dasar hukum atau sanksi yang diterima apabila ada temuan pelanggaran oknum masyarakat yang dengan sengaja memelihara atau menjual flora dan fauna yang dilindungi.

Dasar hukum perlindungan flora dan fauna di Indonesia diatur dalam UU No 5 tahun 1990 mengenai Satwa dan Tumbuhan yang dilindungi, yakni tumbuhan atau satwa yang jumlah populasinya dalam bahaya dan diambang kepunahan. 

"Menurut UU ini bagi pemelihara bisa dikenakan sangsi," ujar Kukuh.

PTFI sendiri telah berupaya mendukung pelestarian Puspa dan Satwa dilakukan dengan memberi dukungan dalam bentuk pengembalian satwa endemik Papua ke habitat asli dengan bekerja sama dengan Multi Stakeholder. 

Satwa-satwa yang dikembalikan diantaranya, Labi-labi moncong babi ke wilayah Asmat, Manasari, dan Sungai Minajerwi, serta pengembalian satwa burung Kasuari, Nuri kepala hitam, Kakatua, dan beberapa satwa lainnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

 

 

Kategori:
Bagikan