Dukung PON 2020, Distanbun Canangkan Gerakan Tanam Sayur dan Buah

Selasa, 12 Nov 2019 21:58 WIT
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menanam pohon di lokasi pertanian di SP 5, Timika

TIMIKA | Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura (Distanbun) Kabupaten Mimika, Papua melakukan pencanangan gerakan penanaman sayur, buah dan umbi-umbian di Kelompok Tani Maju Makmure, SP 5, Timika, Selasa (12/11).

Pencanangan ini sebagai dukungan untuk pelaksanaan PON XX Tahun 2020 mendatang yang mana Mimika menjadi salah satu cluster pelaksana.

Pada pencanangan gerakan penanaman ini juga dilakukan penyerahan bantuan sarana prasarana kepada sembilan kelompok tani.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob ditandai dengan penyerahan bantuan dan penanaman pohon.

Dalam sambutannya, John Rettob menyampaikan kegiatan penanaman untuk mendukung PON ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Mimika.

Katanya, dalam upaya pengelolaan lahan pertanian dan peningakatan produksi tanaman pangan dan sayuran diperlukan infrastruktur dan sarana produksi pertanian yang memadai. Karena infrastruktur dan sarana merupakan salah satu faktor penting dalam proses usaha tani. 

“Infrastruktur pertanian yang memadai sangat menentukan keberhasilan yang berdampak langsung terhadap kualitas tanaman bagi petani,” kata John.

Lanjutnya, pengembangan tanaman dan hortikultura sangat strategis untuk mendukung upaya pemerintah dalam mensukseskan empat tujuan utama pembangunan pertanian diantaranya swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan, diversifikasi pangan, nilai tambah daya saing dan peningkatan kesejahteraan petani. 

Menurutnya, dengan pencanangan gerakan penanaman komoditas sayuran, buah dan umbi-umbian ini diharapkan dapat memotivasi petani agar lebih bersemangat dalam mengelola usaha taninya serta diperlukan berbagai terobosan dan kerja keras yang luar biasa dari semua pihak khususnya para anggota kelompok tani dan petugas lapangan yang melaksanakan kegiatan dengan serius agar tercapai produksi tanaman pangan dan hortikultura yang meningkat. 

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan, kesejahteraan petani, membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan produksi hasil pertanian dan menjaga ketersediaan pangan di Mimika," sebutnya.

Ditempat yang sama, Kepala Distanbun Provinsi Papua, Semuel Siriwa mengatakan, kegiatan penanaman merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh petani di setiap musimnya. 

Demikian juga bahwa Papua telah siap untuk menghadapi PON. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah persoalan konsumsi bagi setiap atlit, official dan seluruh kontingen peserta PON dari 33 Provinsi di Indonesia.

“Gerakan ini kita lakukan sebagai bukti menyatakan diri bahwa keluarga besar petani di Mimika siap menyediakan pangan untuk seluruh tamu dan duta kita pada saat PON nanti,” kata Semuel.

Dijelaskan, PON tahun 2020 nanti akan mempertandingkan 37 cabang olahraga (cabor) dan sembilan cabor akan digelar di Mimika dengan perkiraan jumlah peserta sebagai atlit dan official sebanyak 4.100 orang. 

"Dengan demikian, telah diperhitungkan di Provinsi bahwa jika dibandingkan dengan jumlah peserta PON secara keseluruhan di Papua, maka kebutuhan pangan kita khusus beras sebanyak 1.100 ton, Jagung 1.200 ton, sayuran 1.400 ton dan buah-buahan 2.100 ton," jelas Semuel.

Untuk itu, diharapkan agar penyediaan pangan khusus beras di Mimika minimial luasan panen seluas 100 hektar. Dengan demikian, jika panen itu tersedia di bulan September tahun 2020, maka ditarik undur empat bulan, maka harus minimal mulai ditanam di bulan mei.

“Makanya sekarang kita harus gencar untuk menanam dan meningkatkan produktivitas. Berdasarkan informasinya, parta atlit itu sangat suka makan pisang. Kegiatan ini sudah dilakukan seminggu lalu di kabupaten lainnya,” katanya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

 

 

Kategori:
Bagikan