Sebelum Demo Tolak PPT, Polisi Bubarkan Mahasiswa dan Pelajar dari Kantor Lemasa

Jumat, 15 Nov 2019 14:16 WIT
Puluhan eksodus mahasiswa dan pelajar dikeluarkan oleh Polres Mimika dari Kantor Lemasa. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Polres Mimika pada Jumat (15/11) membubarkan dan mengeluarkan puluhan mahasiswa dan pelajar eksodus ke Timika yang tinggal di Kantor  Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) di Jalan Belibis Ujung, Kelurahan Timika Indah, Mimika, Papua.

Sebelum mengeluarkan mahasiswa dan pelajar dari Kantor Lemasa, perwira Polrea Mimika  dipimpin Kabag Ops memberikan himbauan untuk segera mengosongkan Kantor Lemasa hingga pukul 12.00 WIT dan pulang ke rumah masing-masing.

Para mahasiswa dan pelajar ini diketahui 
akan melakukan aksi demo damai menolak Pemekaran Provinsi Papua Tengah (PPT)

Dalam aksi ini polisi mengamankan seorang warga karena berusaha melawan polisi.

Kabag Ops Polres Mimika, AKP Andyka Aer mengatakan, pihaknya melakukan pembubaran, karena mereka memberikan pemberitahuan akan melakukan aksi demo damai menolak Pemekaran Provinsi Papua Tengahm Selain itu, mereka juga membagikan selebaran atau brosur mengajak warga untuk melakukan aksi demo tersebut.

"Para mahasiswa dan pelajar yang akan melakukan aksi demo tersebut berkumpul di Kantor Lemasa. Karenanya kami sudah himbau, agar perwakilan datang ke Polres untuk dimediasi," kata Kabag Ops.

Namun kata Kabag Ops, saat pihaknya datang ke Kantor Lemasa dan menanyakan siapa yang bertanggungjawab, mereka mengatakan bahwa semua yang bertanggungjawab. 

" Ini sudah tidak benar, sehingga kita bubarkan dan meminta keluar dari Kantor Lemasa untuk pulang ke rumah masing-masing. Ada satu orang yang kami amankan, karena melakukan perlawanan. Dan akan didalami lagi," jelasnya.

Selain itu, pada Kamis (14/11), polisi juga mengamankan beberapa orang dan handphone yang didalanya terdapat file bintang kejora.

Ia menambahkan, pihaknya menyayangkan, kantor ini digunakan untuk tempat kumpulnya mahasiswa yang keberadaannya tidak jelas dan untuk mengerahkan massa. Dan merekapun menyadari akan hal tersebut.

"Kami tidak larang kalau kantor tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat. Tapi ini tadi, mereka sudah siap-siap untuk keluar melakukan aksi demo. Itu yang tidak perbolehkan," tuturnya.

 

Reporter : Mujiono
Editor: Misba

 

 

Kategori:
Bagikan