Disperindag Mimika Tangkap Tangan Penyalahgunaan BBM untuk PLN

Jumat, 15 Nov 2019 16:04 WIT
BARANG BUKTI | Barang bukti dua jirigen solar yang disedot dari tanki BBM saat diamankan Disperindag di belakang bengke di Kilometer 8. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Papua melakukan operasi tangkap tangan terhadap pelaku penyimpangan bahan bakar minyak (BBM) untuk PLN Timika. 

Praktek kejahatan tersebut terbongkar ketika sedang berlangsung proses penyedotan BBM jenis solar dari dalam salah satu mobil tanki BBM di belakang sebuah bengkel di Kilometer 8, jalan poros Timika-Pomako, Jumat (15/11).

Dari mobil tanki berkapasitas 8.000 liter milik PT. Golden Bucket selaku penyedia jasa transportasi untuk menyuplai BBM industri itu, telah disedot solar ke dalam dua jerigen masing-masing 25 liter. 

Kepala Disperindag Mimika Bernadinus Songbes bersama beberapa stafnya turun langsung melakukan tangkap tangan dan menyita seluruh barang bukti, termasuk mendokumentasi praktek kejahatan tersebut. 

Songbes mengatakan, BBM jenis solar tersebut sedianya akan disuplai untuk mesin pembangkit PLN Timika. Namun, ternyata di tengah jalan terjadi praktek penyimpangan alias "kencing di jalan".

"Kami sudah tugaskan staf untuk melakukan pengintaian sejak Agustus lalu, karena karena adanya kecuriagaan, kok ada mobil tanki BBM masuk parkir ke sini," katanya. 

Menurut Songbes, dari pantauan sementara setidaknya ada tiga mobil tanki penyuplai BBM industri yang terindikasi melakukan penyedotan di lokasi itu, masing-masing PT. Golden Bucket, PT. Putra Kali Mas, dan PT. Lintas Samudera. 

Ia mengatakan, praktek ini melibatkan penada yang siap menampung dan membeli BBM jenis solar setelah disedot dari masing-masing mobil tanki BBM setiap hari sebelum sampai di PLN Timika.  

Untuk setiap tanki berkapasitas 8.000 liter disedot minimal dua jerigen 25 liter, dan tanki 16.000 liter disedot 4-8 jerigen 25 liter. Jika rata-rata dalam sehari mereka sedot 100 liter, maka sebulan bisa mencapai 3.000 liter. 

"Kami sudah buntuti mereka, setelah mereka berangkat dari Jober Pertamina Pomako, mereka singga di sini melakukan penyedotan. Setelah itu mereka lanjut ke PLN. Kami sudah rekam semua video mereka," bebernya. 

Disperindag Mimika saat ini telah menggiring pengemudi mobil tanki BBM Dwi Santoso (33) milik PT. Golden Bucket ke Polres Mimika untuk diproses hukum lebih lanjut. 

Berikut dua jerigen solar hasil penyedotan dan mobil tanki BBM berisi 8.000 liter milik PT. Golden Bucket, serta sejumlah barang bukti lain yang ditemukan di lokasi turut diamankan guna kepentingan proses hukum. 

"Kita harus proses seperti ini supaya ada efek jera, biar mereka kapok," tegas Bernadinus Songbes.

 

Reporter: Sevianto
Editor: Aditra

 

 

Kategori:
Bagikan