Popok Bekas Pakai Didaur Ulang Menjadi Produk Bernilai

Jumat, 15 Nov 2019 17:42 WIT
Ilustrasi

JAKARTA | Kalangan ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Barat berkomitmen mengurangi sampah popok bekas pakai dengan cara didaur ulang menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Ketua Tim penggerak PKK Jakarta Barat Inad Luciawaty di Jakarta, Jumat (15/11) mengatakan, Jakarta Barat setiap harinya menghasilkan 10 ton sampah, salah satunya limbah popok bekas pakai.

"Mudah-mudahan dapat mengurangi sampah,"ujarnya.

Pemerintah Kota Jakarta Barat telah bekerjasama dengan PT KAO Indonesia dalam program pengumpulan popok bekas pakai hingga hasil daur ulang.

Popok bayi bekas pakai  dihargai Rp2.500 per kilogram. Penjualannya dikoordinasikan dengan 28 Posyandu di Jakarta Barat mulai 18 November mendatang sebagai proyek percontohan.

Vice President Marketing PT KAO Indonesia Susilowati mengatakan program pengolahan sampah popok bekas pakai di Jakarta Barat adalah pertama di Indonesia.

"Jadi kami harap para ibu PKK bisa dikoordinasikan untuk menyosialisasikan pengolahan popok bekas pakai kepada masyarakat agar tidak digabung dengan sampah rumah tangga," kata Susilowati.

Ia berharap, ibu-ibu PKK Jakarta Barat bisa mengumpulkan popok bekas ke Depo yang telah disediakan di masing-masing Posyandu.

Nantinya, setiap seminggu sekali akan ada tim yang mengambil sampah popok bekas yang terkumpul di depo-depo tersebut.

"Nanti kami akan membawa limbah popok bekas tersebut untuk diolah kembali menjadi bahan bakar minyak untuk mesin produksi dan fiber yang bisa menjadi batako, atau pot bunga," kata Susilowati.

 

Sumber: Antara
Editor: Misba

 

 

Kategori:
Bagikan