Peringati Hari Pahlawan, KNPI Mimika Bersih-bersih Kota

Sabtu, 16 Nov 2019 11:08 WIT
ANGKAT SAMPAH | Wabup Mimika ketika mengangkat sampah. (Foto: Hadijah/SP)

TIMIKA | Dalam rangka memperingati hari pahlawan, DPD KNPI Kabupaten Mimika menggelar aksi bersih-bersih Kota Timika, Sabtu (16/11).

Selain bersih-bersih kota, juga digelar senam zumba bersama di Halaman Kantor KNPI, Jalan Cendrawasih. 

Kegiatan yang melibatkan seluruh organisasi kepemudaan ini mengusung tema 'Pemuda Maju Bergerak Untuk Mimika Smart City'. 

Untuk aksi bersih kota ini, dimulai dari Halaman Graha Eme Neme Yauware dengan berjalan melewati Jalan Budi Utomo, Jalan Cenderawsih, Jalan Yos Sudarso, Jalan Belibis, dan kembali ke halaman Gedung Eme Neme Yauware. 

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa pemuda sebagai tulang punggung bangsa harus bisa memberikan semangat, serta memberikan dampak positif bagi Masyarakat.

"Saya berharap semangat ini sama dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati untuk menjadikan Mimika lebih baik lagi," ungkap John saat memberikan arahan sebelum aksi bersih kota dimulai. 

Ia mengapresiasi kegiatan tersebut, pasalnya pemerintah kabupaten tengah mempersiapkan Mimika dalam menyambut dua perhelatan akbar, yaitu PON dan Pesparawi. 

"Apalagi ini kan mau menjelang PON jadi kota Mimika ini harus terbebas dari sampah, terutama sampah yang ada dilingkungan sekitar kita," katanya. 

Iapun meminta agar pemuda di Mimika bisa mensosialisasikan kepada semua orang bahwa pemuda juga ada untuk kebersihan lingkungan, karena ujung tombak keberhasilan suatu daerah dan Negara ada ditangan pemuda. 

Setelah dilakukan aksi bersih kota, Wabup Mimika yang dikenal ramah dan santai tersebut mengatakan bahwa kesadaran masyarakat terkait kebersihan lingkungan masih sangat minim. 

Terbukti, saat sepanjang jalan yang menjadi sasaran aksi, banyak ditemui sampah depan rumah maupun ruko serta mediun jalan yang merupakan sampah rumah tangga. 

"Contohnya saja di depan halaman rumahnya sendiri tidak dibersihkan sampah malah dibiarkan begitu, ini menunjukkan tingkat kesadaran kita itu masih sangat kurang," katanya. 

Sehingga menurutnya, yang perlu dilakukan untuk menangani sampah yaitu dengan membuat strategi dengan baik agar Kota Timika tidak terlihat kotor. 

"Contohnya saja kita harus mengangkat sampah sebelum jam 6 sehingga diatas jam 6 itu kota sudah terlihat bersih," ungkap John. 

Katanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika sebagai dinas tekhnis juga telah mengeluarkan peraturan daerah, hanya saja masih terbilang kurang dalam pengawasan. 

"Petugas pengangkut sampah dalam sehari itu bisa sampai empat kali angkut, karena penghasil sampah terbanyak di Papua itu Mimika," ujanya. 

Menanggapi hal itu, kata John, pemkab akan mengumpulkan kembali pihak-pihak yang memiliki kewengan seperti DLH, Camat bahkan ke tingkat RT dan RW untuk bagaimana menindaklanjuti permasalahan yang ada. 

"Kedepan juga saya akan mencoba canangkan kembali gerakan Jumat bersih dan kalau bisa kita launching, gerakan itu juga tidak hanya melibatkan ASN atau pemuda saja, namun untuk semua masyarakat yang ada di Mimika agar turun aktif dalam gerakan jumat bersih tersebut," pungkasnya. 

Dengan gerakan Jumat bersih tersebut, maka dapat menimbulkan rasa kesadaran diri sendiri untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan baik untuk kantor BUMD, BUMN, maupun masyarakat pada umumnya bisa mengambil bagian.

"Dan kalau bisa saat aksi berlangsung tokoh-tokoh tidak ada yang buka," tambah John. 

Ketua DPD KNPI Kabupaten Mimika Michael Gomar mengatakan bahwa aksi bersih kota tersebut dilakukan untuk mengkampanyekan kepada masyarakat tentang kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 

"Terutama untuk lingkungan masing-masing dan jalan protokol," ungkap Gomar. 

Iapun berharap, dengan kegiatan yang telah melibatkan banyak pemuda tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Mimika, mengenai kebersihan lingkungan sehingga kedepannya lebih banyak lagi keterlibatan pemuda dalam setiap kegiatan aksi bersih lingkungan. 

 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Aditra

 

 

Kategori:
Bagikan