Mimika Penghasil Sampah Terbanyak di Papua

Sabtu, 16 Nov 2019 11:57 WIT
ANGKAT SAMPAH | Kegiatan bersih-bersih Kota Timika oleh KNPI Mimika. (Foto: Hadija/SP)

TIMKA | Kabupaten Mimika disebut sebagai daerah penghasil sampah terbanyak  di Provinsi Papua. 

"Produksi sampah di Mimika perhari itu mencapai 159 ton dan merupakan tertinggi di Papua," kata Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob yang ditemui usai mengikuti aksi bersih kota Mimika, Sabtu (16/11). 

Namun itupun belum ditambah dengan sampah dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dikadang-kadang mencapai 200 ton perharinya. 

Untuk mengatasi sampah, kata Wabup yang harus diperhatikan adalah sarana tempat pembuangan sampah serta  armada pengangkutan.

"Kalau satu mobil dia harus angkut sampah sepanjang jalan Cendrawasih kan itu terlalu jauh sehingga waktunya juga tidak maksimal," kata Wabup John. 

Menurutnya, RT dan RW bisa mengatasi sampah di lingkungannya masing-masing.
 Contohnya untuk penempatan tempat sampah jangan di jalan-jalan utama namun a di masing-masing RT dan kelurahan. 

"Keterlibatan RT dan kelurahan untuk menangani sampah ini sangat perlu, mereka harus menentukan titik sampah di bagian dalam sehingga masyarakat yang ada bisa membuang sampah didaerah itu," jelasnya. 

Penanganan sampah juga harus melibatkan masyarakat sehingga memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitar melalui paguyuban, kerukunan, karang taruna, maupun kelompok pemuda lainnya. 

Wabup John mencotohkan bahwa apabila penanganan sampah tersebut melibatkan masyarakat, maka dengan sendirinya akan muncul kesadaran diri untuk membuang sampah pada tempatnya.

"Kalau hanya pemerintah yang turun tangan, tidak akan mempan, karena masyarakat akan berpikir penanganan sampah hanya menjadi tanggungjawab Pemkab saja sehingga akan ada tindakan semena-mena," jelasnya. 

Selain itu juga kata John pemerintah harus melakukan kerjasama dengan bank sampah agar penanganannya lebih terarah yang mana difasilitasi oleh pemerintah dan penanganan melalui RT, kelurahan maupun distrik dan setiap rumah harus membayar iuran untuk yang membersihkan sampah. 

"Sehingga masyarakat tidak lagi buang sampah ke mana-mana ada RT yang nantinya mengelola itu," imbuh John. 

Nantinya sampah tersebut akan dijual kepada bank sampah untuk dapat dikelola kembali. Dengan begitu diharapkan dapat mengurangi sampah di kota Mimika. 

 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Misba

 

 

Kategori:
Bagikan