Tutup Acara Pesparani 1, Sekda Katakan Mari Belajar Toleransi di Papua

Selasa, 19 Nov 2019 10:28 WIT
Pemangku kepentingan berpose bersama dalam acara penutupan Pesparani I Katolik tingkat Provinsi Papua di auditorium Uncen Jayapura, Kota Jayapura, Senin (18/11). (Foto: Antara /HO-Makawaru da Cunha)

JAYAPURA | Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I Katolik tingkat Provinsi Papua, resmi ditutup oleh Sekda Papua TEA Hery Dosinean mewakili Gubernur Lukas Enembe, di Jayapura, Senin (18/11). Hasil terakhir Kota Jayapura sebagai juara umum.

Acara penutupan  dilaksanakan di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura ditandai dengan pemukulan tifa oleh Sekda Papua TEA Hery Dosinaen didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt Amsal Yowei, Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar, OFM, Ketua Umum Pesparani Katolik I Provinsi Papua Benhur Tomi Mano, Ketua LP3K Provinsi Papua FX Mote dan para Ketua LP3K Kabupaten dan Kota se-Papua.

Pada kesempatan itu, Sekda mengajak seluruh bupati, wali kota, gubernur dan seluruh warga Papua untuk berteriak pada saudara-saudara sebangsa dan setanah air di luar tanah Papua, untuk bersama belajar toleransi dan keharmonisan di atas tanah Papua.

Menurut Sekda, Pesparani Katolik I adalah sebuah potret toleransi dan keharmonisan antara agama dan umat beragama yang ada di provinsi paling timur Indonesia.

"Atas nama Gubernur Lukas Enembe, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua LP3K Provinsi Papua FX Mote dan Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar, OFM yang hadir untuk memberikan pencerahan kepada kita semua," katanya.

Hery juga mengapresiasi Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano yang merupakan tokoh (GKI) Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua, yang ditunjuk menjadi Ketua Umum Pesparani Katolik I Provinsi Papua.

Untuk lomba Pesparani Nasional II pada November 2020 di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Hery
mengatakan Pemerintah Provinsi Papua siap mendukung untuk kegiatan tersebut.

"Kehadiran malam hari ini merupakan suatu komitmen besar kita yang hidup di atas tanah ini, yang membuktikan bahwa dengan pujian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa kita bersatu untuk membangun tanah ini. Semoga pada tahun berikutnya semua kontingen Papua bisa mengikutinya," kata Hery.

Ketua Umum Pesparani Katolik I Provinsi Papua Benhur Tomi Mano mengungkapkan kegiatan yang dilaksanakan ini didukung oleh semua pihak dengan berbagai sumber dana.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua yang telah membantu panitia sebesar Rp1,5 miliar untuk membantu penyelenggaraan ini.
Pemerintah Kota Jayapura juga ikut membantu Rp1 miliar," kata Benhur Tommy Mano

Penyelenggaraan Pesparani Katolik I tingkat Provinsi Papua pada 14-18 November 2019, dengan 14 kontingen dari Kabupaten dan kota di Bumi Cenderawasih, berhasil menjadi juara umum kontingen dari Kota Jayapura.

 

Sumber: Antara
Editor: Misba

 

 

Kategori:
Bagikan