Seorang Pengolah Kayu di Mimika Tewas Dengan Luka Bacok

Kamis, 21 Nov 2019 19:52 WIT
OLAH TKP | Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus pembunuhan yang terjadi di kilometer 7 Jalan Trans Nabire. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Sumarna (30) seorang pengolah kayu yang merupakan warga Kampung Mulia Kencana (SP7), Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Kamis (21/11) ditemukan tewas di Kilometer (km) 7, Jalan Trans Nabire dengan luka bacok pada sekujur tubuh. 

Korban diduga tewas dibunuh oleh orang tidak dikenal (OTK). 

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, saat ditemukan, posisi korban berada di kali kering dalam keadaan tengkurap dengan beberapa luka. 

Diantaranya, luka pada mulut, luka kepala bagian belakang, leher belakang, punggung belakang, luka potong pada kelingking dan jari manis kanan, luka gores pada tangan kanan bagian belakang.

Sementara, posisi sepeda motor yang digunakan oleh korban untuk mengangkut kayu olahan berada di ujung jembatan kayu papan. 

Saat ini jasad korban masih disemayamkan di RSUD Mimika, guna dilakukan tindakan visum luar.

Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Y Hari Karang menjelaskan, pihaknya menerima laporan awal atas kejadian ini sekitar pukul 13.30 WIT dari masyarakat. 

Selanjutnya sekitar 30 menit, dirinya dan anggota langsung merespon ke TKP. 

"Korban sendiri bekerja sebagai pengolah kayu yang membawa kayu dari tempat pemotongan ke jalan luar, dengan menggunakan sepeda motor dengan rancangan khusus," kata Kapolsek di RSUD Mimika. 

Kapolsek mengatakan, korban mengalami luka bacok pada kepala belakang, mulut luka sobek, lengan kanan, pinggang belakang, jari manis putus.

"Diindikasikan korban dibacok dengan parang. Karena saat ditemukan posisi korban dan keadaan terlungkup," terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi. Dimana ada 9 orang saksi yang merupakan rekan kerja, sudah dimintai keterangan.

"Kami masih selidiki, terkait korban ini meninggal. Dan saat ini, korban masih di RSUD Mimika untuk menjalani visum luar," terangnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan