Freeport Keluarkan Peringatan untuk Pekerjanya Jelang HUT OPM

Sabtu, 30 Nov 2019 14:57 WIT
Ilustrasi

TIMIKA | PT Freeport Indonesia mengingatkan pekerjanya beserta keluarga untuk menghindari perjalanan yang tidak penting pada 1 Desember besok. 

Melalui Interoffice Memorandum tertanggal 30 November 2019 perihal Pemberitahuan Keamanan untuk Timika, manajemen Freeport melalui Security Risk Management mengingatkan juga agar pekerja menghindari kerumunan massa yang besar dan tetap waspada apabila terpaksa harus bepergian. 

Seperti diketahui 1 Desember merupakan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Organisasi yang kerap kali menyuarakan kemerdekaan untuk Papua.

Dalam peringatan itu juga disebutkan adanya indikasi keributan yang hendak dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Meski demikian freeport tidak mengetahui secara pasti rencana tersebut.

Sebagai pengingat freeport membuka jalur telepon untuk pekerja dan keluarganya 24 jam di nomor telepon rumah 546-7777 dan di nomor telepon selular  0901-467777.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, berbagai upaya antisipasi telah dilakukan Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih jelang HUT OPM.

"Contohnya ada patroli skala besar. Ada juga KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) dan bakti sosial," kata Argo Wiyono ketika mendampingi kunjungan Kapolri dan Panglima TNI di Timika, Kamis (28/11).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya memastikan keamanan di Papua dengan kehadiran bantuan pasukan dari sejumlah daerah, dalam menghadapi beberapa kalender kamtibmas di akhir tahun. 

Meski begitu, Argo mengatakan, pihaknya tetap waspada mengingat adanya indikasi pergerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap beraksi pada momentum 1 Desember.

"Kita tetap waspada dan melakukan komunikasi dengan masyarakat. Apabila ada indikasi pergerakan KKB ditemukan oleh masyarakat, agar segera dilaporkan kepada pihak TNI dan Polri," katanya. 

Pada Senin (25/11) lalu dua anggota KKB dari kelompok Kali Kopi berhasil ditembak mati oleh aparat gabungan TNI/Polri di Mile 50 dan Mile 53, area PT. Freeport Indonesia. 

"Sudah ada SOP untuk pengamanan di area Freeport. Kita juga tetap melaksanakan patroli secara intensif," kata Argo Yuwono.

 

Reporter: Batt
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan