Ini Alasan Pemadaman Listrik di Agats 

Senin, 02 Des 2019 08:03 WIT
Manager PT PLN ULP Agats, Karel Erice Jaru.

ASMAT | Pihak manajemen PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelistrikan (ULP) Agats, Kabupaten Asmat menjelaskan soal pemadaman listrik yang terjadi kurang lebih sepekan di Kota Agats.

Manager PT PLN ULP Agats, Karel Erice Jaru menjelaskan bahwa pemadaman listrik secara bergilir dan total selama beberapa hari di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, disebabkan oleh dua persoalan.

“Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan selama seminggu ini. Persoalan pertama karena pasokan BBM kita tertahan di Timika, dan kedua ada tiga mesin yang mengalami gangguan teknis,” kata Karel di Agats, Sabtu (30/11) sore.

Menurut informasi yang diperoleh, kata Karel, kapal milik PT Kali Mas yang mengangkut pasokan solar PLN Agats ditahan oleh Polair Mabes Polri di muara Pomako Timika pada Rabu pekan lalu, karena terkait dokumen yang belum lengkap.

“Solar yang diangkut kapal transportir itu baru dipindahkan ke kapal transportir yang lain pada Jumat kemarin. Mereka bongkar dari Jumat siang hingga Sabtu dini hari,” tuturnya.

Karel memperkirakan kapal yang mengangkut solar milik PLN Agats akan tiba di Agats pada Sabtu (30/11) malam. Pihaknya akan melakukan pengisian ke tanki penampungan pada malam itu juga, sehingga listrik kembali menyala.

“Kalau tidak ada halangan dan tiba mala mini juga, saya perintahkan untuk segera dibongkar sehingga mesin pembangkit bisa hidup,” ujarnya.

Selain pemadaman total, kata dia, juga ada pemadaman bergilir. Hal itu dikarenakan tiga mesin milik Pemerintah Kabupaten Asmat yang dihibahkan ke PLN Unit Layanan Pelistrikan Agats mengalami gangguan teknis. 

“Ada lima mesin pembangkit di Agats, tiga di antaranya gangguan. Ini juga yang menyebabkan pemadaman, karena daya mampu mesin berkurang,” ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah mesin pembangkit tersebut, PLN Agats telah mendatangkan teknisi dan komponen mesin dari Timika.  

“Kita harapkan pada hari Senin besok semuanya sudah bisa normal kembali, sehingga aktivitas masyarakat dan pemerintahan bisa lancar,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa pemakaian solar pada PLN Agats selama 24 jam sebanyak 8.500 liter (8,5 ton). Dalam sebulan kebutuhannya mencapai 255.000 liter atau 255 ton. 

“Untuk beban puncak mencapai 1.550 kilowatt atau 1,5 mega. Setelah solar masuk, daya mampu yang bisa disalurkan hanya satu mega, karena tiga mesin masih dalam perbaikan,” tandasnya. 

Salah satu ASN Asmat di Agats, Herman Rante mengatakan pelayanan di kantor pemerintahan serta fasilitas umum seperti rumah sakit mengalami gangguan akibat pemadaman listrik selama sepekan.

“Pelayanan di kantor-kantor pemerintahan sangat terganggu, apalagi ini mau akhir tahun anggaran. Tentu juga menghambat pelayanan di sejumlah fasilitas umum, seperti rumah sakit dan perbankan,” kata Herman.

Sementara itu seorang warga Agats, Santayota mengatakan akibat pemadaman listrik itu geliat perekonomian masyarakat menjadi lesu. Cukup banyak tempat usaha yang tutup karena tidak adanya pasokan listrik.

“Pengalaman seperti sering terjadi di setiap akhir tahun. Kita harapkan pihak PLN bisa mencari solusi untuk mengatasi persoalan seperti ini. Jika tidak dampaknya besar bagi ekonomi dan sebagainya,” kata Santayota.

 

Reporter: Eman
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan