16 Tahun SD Yosua Manfaatkan Air Hujan untuk Sekolah

Senin, 02 Des 2019 16:25 WIT
Kepala SD Yosua, Tiraun Pardosi mencuci tangan menggunakan air hujan yang ditampung.

TIMIKA | Selama 16 Tahun, SD Yosua, Timika memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air di sekolah itu.

Hal ini diungkapkan Kepala SD Yosua, Tiraun Pardosi saat diwawancara Seputar Papua beberapa waktu lalu di Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika.

Sekolah tersebut dibangun sejak tahun 2003. Dan pada waktu itu baru dibangun Taman Kanak-kanak (TK).

"Tahun2003 saya buka sekolah, terus saya langsung buat penampungan air langsung untuk hujan," kata Tiraun. 

Kepala Sekolah yang sudah berusia lebih dari 70 Tahun ini menuturkan, melihat sering turun hujan di Kota Timika membuatnya memanfaatkan air hujan untuk digunakan di sekolahnya.

"Karena saya lihat Timika kan hujan terus, dan sampai sekarang juga kita minum air hujan, tidak apa-apa," katanya.

Ia lalu membuat satu penampungan air untuk setiap bangunan ruang kelas. Total penampungan yang tersedia sebanyak 10 penampungan air.

"Ada 10 penampungan. Ada  yang dari drum lima buah karena dulu kan belum ada yang jual profil tank, lima lagi profil tank yang ukuran 1100 liter," jelas Tiraun.

Ia menyebutkan, air hujan digunakan untuk kebutuhan toilet, mencuci tangan baik untuk siswa dan guru, membersihkan sekolah hingga menyiram tanaman di sekolah itu.

"Kalau ada kegiatan Pramuka juga itu kita pakai juga dari situ. Intinya semua kebutuhan air di sekolah kita pakai dari air hujan itu," katanya.

 

alt text

Siswa SD Yosua di tempat penampungan air hujan.

 

Namun, pihaknya kerap menemui kendala kekurangan air saat musim panas. 

"Kendalanya itu kalau musim panas dan tidak ada hujan, pasti air kurang dan terpaksa harus membeli," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga sudah membuat sumur bor, namun kualitas airnya tidak sejernih air hujan dan harus melalui proses penyaringan.

"Kita coba buat sumur, tapi kalau tidak ada hujan ya kering juga.Kualitas airnya juga kuning, lebih bagus air hujan, jernih. Jadi sumur tapi kita tidak pakai," tambahnya.

Saat ini, SD Yosua sedang berupaya meminta bantuan ke pihak kelurahan dan distrik untuk membantu membuat sumur bor dan penyaringan air. 

SD Yosua adalah salah satu dari 15 sekolah di Kabupaten Mimika yang tahun ini menjadi sekolah binaan UNICEF Tanah Papua-YP2KP untuk program sanitasi sekolah.

Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Mimika Slamet Sutedjo mengatakan, pemerintah di tingkat distrik, kelurahan, dan kampung/desa sebenarnya bisa ikut dalam membantu pembangunan fasilitas sekolah yang berada di lingkungan mereka. 

Menurut Slamet, sesuai Permendagri terkait Dana Kelurahan itu antaralain bisa untuk mengakomodir dukungan ke sekolah-sekolah termasuk swasta. Walaupun tidak untuk semua sekolah namun bisa secara bertahap. 

"Nantinya kan disesuaikan dengan besaran anggaran yang diterima," katanya. 

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Sevianto

 

Kategori:
Bagikan