Pemkab Puncak Setarakan Harga Sembako dengan di Timika

Senin, 02 Des 2019 18:54 WIT
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Puncak, Fabianus Ado. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Untuk menyamaratakan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Kabupaten Puncak dengan di Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua dalam dua tahun terakhir telah menghadirkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menjual sembako dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat setempat. 

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kabupaten Puncak, Fabianus Ado di Timika, beberapa waktu lalu.

Fabianus menjelaskan, sebelumnya harga sembako di Kabupaten Puncak berbeda sangat jauh dengan harga di Timika. 

Ia menyebutkan, harga 1 botol air mineral yang di Timika dijual dengan harga Rp 8 ribu, di Kabupaten Puncak dijual seharga Rp 25 ribu.

"Sebelumnya disana 1kg gula pasir harganya Rp 50 ribu sekarang sudah Rp 17 ribu. Air mineral yang dulu Rp 25 ribu sekarang sudah Rp 8 ribu, sama dengan di Timika," sebutnya.

BUMD yang diberi nama Puncak Papua Mandiri ini kata Fabianus, sangat membantu kehidupan masyarakat di bidang ekonomi khususnya untuk kesetaraan harga dengan daerah lain.

Kehadiran BUMD ini juga memberikan sumbangsih yang cukup besar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dua tahun terakhir, BUMD ini sudah memberikan kontribusi sebesar Rp 850 Juta, yang mana setiap tahunnya Rp 425 Juta. 

"Kita sebenarnya tidak cari income daerah dari Sisa Hasil Usaha (SHU). Kita sebenarnya lebih kepada bagaimana bisa membantu masyarakat," ungkap Fabianus.

"Karena kasihan juga selama ini masyarakat harus belanja dengan harga yang sangat mahal, padahal di daerah lain harganya sangat murah dan jauh dibawah harga di Puncak," katanya lagi.

Lebih lanjut, Fabianus menerangkan, BUMD ini kini tidak hanya dibuka di ibu Kota Kabupaten Puncak, Kota Ilaga saja, tetapi juga sudah dibuka di beberapa distrik diantaranya Distrik Beoga, Distrik Sinak dan Distrik Gome.

"Modal awal kami untuk buka BUMD itu Rp 5 miliar dan sekarang sudah berkontribusi ratusan juta. Barang-barang yang dijual setiap hari diangkut langsung menggunakan pesawat Dabi Air dari Timika dan Nabire," tuturnya.

Saat ini, Pemda Puncak juga mulai mencanangkan BBM satu harga, sehingga satu harga tidak hanya berlaku bagi sembako saja tetapi juga untuk BBM.

Ia berharap, tidak hanya di Kabupaten Puncak, tetapi di seluruh kabupaten di Provinsi Papua bisa diberlakukan satu harga sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

 

 

Kategori:
Bagikan