Bupati Minta Lahan Bundaran Petrosea Diperluas

Senin, 02 Des 2019 19:45 WIT
TINJAU | Bupati Eltinus Omaleng ketika turun langsung meninjau pengerjaan Bandara Petrosea. (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Bupati Kabupaten Mimika, Papua, Eltinus Omaleng meminta lahan pada Bundaran Petrosea yang ditangani oleh CV Hotka Iwaka Putra dengan total anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk diperlebar lagi seluas lima meter dari sebelumnya. 

Dengan demikian, posisi jalan antara arah Timika menuju SP 2 terlihat lurus dan posisi tuguh Bundaran tepat berada ditengah-tengah ruas jalan. Hal itu dikarenakan posisi tuguh Bundaran Petrosea dinilai lebih ke arah kanan sehingga dipandang posisinya tidak ditengah-tengah. 

"Hari ini kami pertemuan dengan staf PT Petrosea untuk sampaikan agar mereka mau melepaskan lahan seluas lima meter, mulai dari ujung pagar sampai dipintu masuk kantor mereka," ungkap Bupati yang ditemui di Hotel Grand Mozza usai meninjau langsung Bundaran Petrosea, Senin (2/12). 

Selain lahan Petrosea, lahan diareal kantor pajak lama pun ikut diambil untuk pelebaran jalan agar posisi bundaran bisa berada di tengah sehingga jalan dari arah SP 2 ke kota Timika dapat terlihat lurus, tidak seperti saat ini lengkungan jalan lebih condong ke kiri jika dilihat dari arah SP 2.

Menurut Bupati persoalan lahan dengan PT Petrosea sementara dalam tahap pembicaraan namun itu bisa diselesaikan karena hanya tinggal menunggu dari Petrosea saja, jika disetujui langsung dikerjakan.

"Kita juga akan tanyakan apakah Petrosea mau digantikan dengan uang atau dengan lahan, kalau memang mau dengan lahan, kita akan berusaha bicarakan hal ini dengan pemilik lahan dibelakang petrosea agar kami beli lima meter untuk digantikan," jelasnya. 

Tidak hanya pada Bundaran Petrosea saja yang akan diperluas, melainkan bangunan yang ada dekat bundaran pada jalur SP 2 juga rencananya akan dibongkar. 

Eltinus menjelaskan bahwa kedua bundaran tersebut merupakan wajah baru dari kota Mimika sehingga harus dibuat yang bagus. 

"Saya sudah minta data semua bangunan yang punya IMB, atau sertifkat, nanti kita ganti, mau tidak mau masyarakat harus pindah karena ini untuk kepentingan orang banyak," pungkas Eltinus. 

 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Batt

 

 

Kategori:
Bagikan