Pemkab Mimika Jelaskan Alasan Bantuan Beasiswa Belum Dicairkan

Pemkab Mimika Jelaskan Alasan Bantuan Beasiswa Belum Dicairkan
Para mahasiswa saat mendatangi kantor Bagian SDM Setda Mimika mempertanyakan kejelasan pencairan beasiswa 2017

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) telah melakukan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa yang sempat berunjuk rasa mempertanyakan kejelasan beasiswa tahun anggaran 2017 yang tak kunjung dicairkan.

Kepala Bagian SDM Setda Mimika Hengki Amisim, mengakui adanya keterlambatan pencairan bantuan beasiswa kepada mahasiswa asal Mimika yang sedang menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia.

Hengki lantas menerangkan alasan bantuan beasiswa itu belum dicairkan. Menurutnya, pemerintah daerah masih sementara melakukan monitoring dan validasi data mahasiswa yang berhak menerima bantuan tersebut.

“Kami butuh data valid untuk memastikan bantuan atau beasiswa turun kepada sasaran yang tepat agar dana otsus benar-benar tepat sasaran,” kata Hengki saat dikonfirmasi usai melakukan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa, Senin (18/9).

Adapun perwakilan mahasiswa mempertanyakan perkembangan koordinasi antara pengurus mahasiswa di setiap kota study dengan Bagian SDM. Sebab mereka mengaku telah kesulitan dalam hal pembiayaan studi dengan belum cairnya beasiswa tahun 2017.

“Tapi saya sudah kasih penjelasan tentang bantuan mahasiswa itu. Termasuk menjelaskan kenapa bantuan tersebut belum cair, karena kami masih monitoring. Mereka dapat mengerti dengan kondisi tersebut,” kata Hengki.

IKLAN-TENGAH-berita

Beasiswa yang dialokasikan dari dana Otonomi Khusus Papua tersebut, hanya diberikan kepada mahasiswa asli Amungme dan Kamoro dan mahasiswa yang lahir besar Timika yang dibuktikan dengan akta lahir dan kartu keluarga.

Sementara bantuan bagi mahasiswa Asli Papua yang datang dari luar Mimika, dikembalikan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah asal mereka. Ini sesuai kesepakatan Musrembang dana Otsus Papua untuk wilayah adat Meepago, Lapago dan Saireri yang dilaksanakan di Kabupaten Biak beberapa waktu lalu.

Kini Bagian SDM sedang memonitoring setiap kampus di kota study untuk memastikan bantuan mahasiswa itu tersalurkan kepada mahasiswa aktif. Kegiatan tersebut berdasarkan permintaan mahasiswa sendiri, karena adanya dugaan beasiswa tahun sebelumnya tidak tepat sasaran.

Berdasarkan hasil sementara monitoring, dari 1.113 mahasiawa yang selama ini terdaftar, hampir separuhnya tidak berhak mendapatkan bantuan. Terbukti banyak mahasiswa yang tidak lagi terdaftar di kampus bersangkutan.

“Jadi kami perkirakan hanya sekitar 600 mahasiswa yang berhak terima bantuan beasiswa tersebut. Ada yang tidak tepat sasaran, atau mahasiswa yang terdaftar sudah tidak aktif lagi,,” pungkas Hengki. (*rum/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar