Kejari Mimika Gandeng Pelajar Bagikan Stiker Lawan Korupsi

Kejari Mimika Gandeng Pelajar Bagikan Stiker Lawan Korupsi
BAGI-BAGI | Kepala Kejaksaan Negeri Mimika saat membagi bagikan stiker peringati Hari Anti Korupsi Internasional. (Foto:Muji/SP)

TIMIKA | Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, Senin (9/12) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika gandeng pelajar membagi bagikan stiker di beberapa titik di Kota Timika.

Stiker berjumlah 300 lembar bertuliskan 'generasi milenial anti korupsi' dan 'saya anda kita semua anti korupsi' itu dibagikan kepada masyarakat umum yang melintas di Bundaran Timika Indah dan Depan Timika Mall.

Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasi Penum) Kejari Mimika, Eko Winarno mengatakan, pada peringatan Hari Anti Korupsi Internasional ini, tema yang diambil adalah bersama melawan korupsi mewujudkan Indonesia maju. 

Tema ini menunjukkan komitmen bangsa untuk bahu membahu dalam penegakan hukum, khususnya pencegahan dan pemberantasan korupsi demi kemajuan Indonesia.

"Sebagai penegak hukum, kejaksaan dituntut melakukan pembenahan dan kembali ke tupoksi, sebagai penyelidikan dan penyidikan. Apalagi TP4D sudah dibubarkan," kata Eko yang juga Kasi Intel Kejari Mimika. 

Kata dia, dengan tema itu, pihaknya mengajak pelajar memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, terlebih mereka adalah generasi milenial yang harus dikenalkan dan dibudayakan untuk mengetahui apa itu korupsi dan bagaimana pencegahannya.

"Selain melibatkan dalam peringatan hari anti korupsi, kami juga memiliki program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dengan sasaran anak-anak SMP, yang memberikan pengetahuan dan pemahaman masalah hukum, khususnya korupsi," tuturnya.

Menyangkut langkah pencegahan korupsi di daerah kata Eko, seperti interupsi dari pimpinan, pihaknya berupaya memperbaiki dengan berkoordinasi dengan inspektorat. Sehingga apabila ada temuan Kejari berupaya melakukan pencegahan dini agar mengembalikan kerugian negara.

Namun kalau kerugiannya sangat besar, akan ditingkatkan ke penyelidikan dan penyidikan. Dan untuk batas berapa besar kerugian negara, masih tunggu petunjuk.

"Di 2019 ini, Kejari Mimika belum ada pengembalian kerugian negara. Tapi kalau secara nasional, di semua wilayah mulai pusat sampai daerah, kejaksaan sudah menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 1,5 triliun," ujar Eko.

 

Reporter: Mujiono
Editor:Misba

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar