Sekelompok Warga Tuntut Pembayaran Ganti Rugi Tanah di Mimika Sport Complex

Selasa, 10 Des 2019 14:31 WIT
DEMO - Masyarakat pemilik tanah God MSC menyampaikan aspirasi ke DPRD menuntut pembayaran tanah. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Sekelompok warga yang mengklaim sebagai pemilik tanah tempat Mimika Sport Complex (MSC)  berdiri dii Kawasan SP5, Timika, Papua meminta pemerintah segera membayar ganti rugi.

Permintaan ini disampaikan warga saat melakukan aksi damai di Kantor DPRD Mimika, Selasa (10/12). Warga juga menyampaikan aspirasi dalam bentuk surat keterangan.

Dalam surat disebutkan,  tanah GOR Stadion MSC adalah milik Irinus Tenbak. Irinus dikatakan warga masuk ke Timika pada tahun 1983 dengan bukti menanam banyak buah-buahan di kawasan tersebut.

Dalam surat juga ditulis, ada pihak-pihak tertentu yang bermain dengan mengatasnamakan Irinus Tenbak sebagai pemilik tanah. Untuk itu mereka merasa dirugikan.

Koordinator aksi, Nelson Tenbak mengatakan, tanah tersebut hingga kini belum pembayarannya belum diselesaikan  pemerintah daerah kepada pemilik yang sebenarnya 

"Kami datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi terkait masalah tanah. Sehingga bisa diselesaikan secepatnya," katanya.

Ia menduga ada oknum tertentu yang mengatasnamakan pemilik tanah menerima uang atas pembayaran tanah tersebut

"Namun kita sebagai pemilik tanah tidak menerima hal tersebut. Karenanya, kita akan melakukan penutupan sementara agar dilakukan penyelesaian,"ancamnya.

Dijelaskan, penyelesaian pembayaran tanah tersebut menjadi tanggungjawab Pemda Mimika, karena Freeport Indonesia hanya membangun bangunan MSC.

"Jadi oknum yang mengaku pemilik tanah ini menerima uang dari pemerintah. Tapi itu bukanlah pemilik tanah sebenarnya. Oleh itu, kami tuntut untuk pembayaran," katanya.

Ia menambahkan, selain pembayaran tanah pihaknya juga menuntut agar warga di sekitar lokasi tersebut dipekerjakan di MSC.

"Kami minta pemilik tanah ini dikaryakan. Sehingga, kami juga mendapat perhatian," ujarnya.

Sementara Anggota DPRD Mimika Aleks Stenawatme yang menerima aspirasi warga mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemda Mimika.

"Kami akan tindaklanjuti dengan instansi terkait. Dan apabila perlu akan memanggil, agar permasalahannya cepat selesai," tuturnya.

MSC adalah arena olahraga yang dibangun PT Freeport Indonesia membantu Pemda Papua khususnya Mimika untuk perhelatan PON XX Papua tahun 2020.

Vice Presiden Corporate Communication (VP Corpcorm) PTFI, Riza Pratama mengatakan, untuk MSC PT Freeport Indonesia hanya bertugas melakukan pembangunan gedung dan fasilitas yang ada. 

Sementara untuk pembebasan atau masalah tanah merupakan ranah atau bagian dari Pemkab Mimika.

"Kami diberikan kewenangan membangun MSC. Dan masalah tanah sendiri ditangani oleh Pemda. Menurut saya tanah itu sudah dibebaskan," katanya.

Kata Riza, tanah yang dibebaskan untuk MSC seluas 25 hektar. Namun pelaksanaan pembangunan MSC hanya 12,5 hektar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Mimika, Papua Frits Hombore saat dihubungi belum bisa dihubungi.

 

Reporter: Mujiono
Editor:Misba

 

Kategori:
Bagikan