Wabup John: Orang Buang Sampah Sembarangan itu Juga Gejala Gangguan Jiwa

Wabup John: Orang Buang Sampah Sembarangan itu Juga Gejala Gangguan Jiwa
Wabup Mimika Johannes Rettob membuka kegiatan sosialisasi yang dilakukan Dinkes Mimika. (Foto:Hadija Laisouw/SP)

TIMIKA | Saat ini sampah menjadi satu masalah yang harus ditangani serius oleh Pemda Mimika dan masyarakat pada umumnya.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob yang kerap marah melihat ulah masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya ini ini mengatakan, orang yang membuang sampah sembarangan itu memiliki gangguan kejiwaan.

 "Kalau tiba-tiba marah tidak jelas itu juga gejala kejiwaan terlebih lagi orang yang buang sampah sembarangan itu juga gejala kejiwaan," kata Wabup dalam sosialisasi peningkatan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan Dinkes Mimika di Hotel Horison, Selasa (10/12).

Hadir sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut adalah Dinkes Mimika dan Dokter spesialis kejiwaan. 

Kegiatan tersebut diikuti  kurang lebih 60 peserta yang terdiri dari Forkopimda dan tokoh agama, bertujuan untuk lebih mengenal gejala kejiwaan serta mengetahui cara penanganan pasien gangguan jiwa.

Dalam sambutannya, Wabup John mempertanyakan data terkait pasien dengan gangguan kejiwaan yang ada di Kabupaten Mimika secara keseluruhan.

IKLAN-TENGAH-berita

"Tadi saya sudah tanyakan juga sebelumnya, tapi jawabannya kira-kira, saya mau jawaban yang pasti, jadi untuk Dinkes saya harapkan untuk bisa laporkan data itu," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi sosialisasi tersebut. Mrnurutnya kegiatan seperti itu harus terus ditingkatkan mengingat gangguan jiwa di Timika juga semakin banyak. 

"Saya berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan output yang jelas dan bisa melihat berapa banyak orang sakit jiwa di Timika dan solusi apa yang harus diambil,"ungkapnya.

John juga mengatakan bahwa sosialisasi penanganan orang dengan gangguan jiwa ini untuk mengingatkan semua pihak bahwa penanganan orang dengan gangguan jiwa di masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.

"Artinya ini menjadi perhatian dari semua komponen dan semua stakeholder dibantu dengan organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika,"jelasnya.

Ia berharap upaya dalam bidnag kesehatan semakin ditingkatkan lagi dan lebih ke arah memprioritaskan promotive- preventif dengan menekankan pada perilaku hidup sehat yang dimulai dari orang terdekat dalam hal ini keluarga.

"Penanganan pasien dengan gangguan kejiwaan juga merupakan satu indikator standar pelayanan minimal kesehatan, dimana diwajibkan untuk dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peduli terhadap orang dengan gangguan jiwa," pungkasnya.

John juga meminta agar kedepannya Dinkes Mimika harus memiliki data lengkap terkait berapa banyak masyarakat gangguan kejiwaan yang ada di Mimika, walaupun fasilitas rumah sakit jiwa belum ada di Kabupaten Mimika namun kedepannya diharapkan rumah sakit jiwa ada di Mimika sehingga tidak harus ke Provinsi Jayapura.

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Misba

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar