Enam Orang ASN di Mimika Lulus Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

Minggu, 15 Des 2019 17:14 WIT
UJIAN | Suasana ujian sertifikasi keahlian pengadaan barang dan jasa tingkat dasar yang diikuti 83 peserta. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Untuk meningkatkan keprofesionalan dalam pengadaan barang dan jasa, Pemkab Mimika melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa mengadakan ujian sertifikasi.

Pelaksanaan yang dilakukan satu hari, pada Sabtu (14/12) kemarin dilakukan di SMPN 2, Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua yang diikuti oleh 83 peserta.

Dari jumlah peserta yang mengikuti ujian, sebanyak enam orang dinyatakan lulus sebagai ahli pengadaan barang dan jasa tingkat dasar.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Mimika, Bambang Wiji Wicaksono mengatakan, sesuai dengan instruksi Bupati dan Wakil Bupati Mimika, yang menginginkan atau untuk memperbanyak ahli pengadaan disetiap OPD.

Karena selama ini hanya beberapa yang memiliki sertifikat ahli pengadaan barang dan jasa, yakni pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan.

"Karena masih sedikit, maka OPD-OPD yang tidak memiliki masuk daftar tunggu. Karena petugas yang sudah memiliki sertifikat menyelesaikan pekerjaan di OPDnya masing-masing," kata Wiji di SMPN 2.

Dari hal itu, kata dia, pihaknya melakukan ujian sertifikasi keahlian pengadaan barang dan jasa tingkat dasar. Yang sebelumnya diawali dengan penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek).

"Saat bimtek, ASN yang ikut 234 orang. Setelah diverifikasi, hanya 83 orang yang bisa ikut ujian sertifikasi ini," ujarnya.

Ujiannya sendiri menggunakan sistim komputerisasi atau online. Sehingga setelah ujian, peserta bisa langsung mengetahui hasilnya apakah lulus atau tidak.

"Karena ini menggunakan sistim komputerisasi, maka kelulusan tidak bisa direkayasa. Karena setelah ujian langsung bisa diketahui hasilnya," terangnya.

Ia mengatakan, bagi peserta atau ASN yang lulus akan mendapatkan sertifikat atau lisensi ahli pengadaan tingkat dasar. Sehingga ASN ini memiliki lisensi mengikuti Pokja (yang dulunya panitia pengadaan). 

Sementara bagi yang tidak lulus, pihaknya mengupayakan tahun depan ada ujian lagi, sehingga mereka bisa mengikutinya.

"Hasil ujian sertifikasi keahlian pengadaan barang dan jasa, dari 83 peserta yang lulus hanyak enam orang," katanya.

Kedepan, kita akan berupaya melakukan ujian seperti ini. Karena dengan nilai APBD yang tinggi, tentunya akan banyak paket-paket yang dikerjakan. Dan ini membutuhkan orang-orang yang memiliki lisensi keahlian pengadaan barang dan jasa yang cukup banyak. 

Lanjutnya, dengan banyaknya ASN yang memiliki lisensi, maka proses tender bisa dilaksanakan lebih awal. Atau target Maret mekanisme proses tender di Mimika sudah selesai.

"Kalau sudah selesai Maret, maka pihak penyedia bisa bekerja dengan optimal. Tidak seperti sebelumnya, September atau Oktober sudah selesai. Bahkan Desember kemarin masih ada proses tender," ungkapnya.


Reporter: Mujiono

Editor: Batt

 

 

Kategori:
Bagikan