Sukses Gelar Test Event Basket, Mimika Makin Siap Hadapi PON

Sukses Gelar Test Event Basket, Mimika Makin Siap Hadapi PON
Ketua Umum PB Perbasi Danny Kosasih (kanan) dan Ketua Pengkab Perbasi Mimika Cessar Avianto Tunya menyaksikan test event bolabasket di MSC, Senin (16/12/19). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Kabupaten Mimika sebagai salah satu klaster penyelenggara PON XX Papua tahun 2020 sukses menggelar Turnamen Bola Basket Kemenpora 2019 sebagai ajang uji coba cabang olahraga bola basket. 

Test event yang diikuti lima provinsi yaitu Banten, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua, digelar di stadion indoor Mimika Sport Complex (MSC), Sabtu (14/12) hingga Selasa (17/12). 

Turnamen dalam rangka menguji kesiapan panitia dan sarana prasarana pendukung kegiatan PON sengaja diselenggarakan di MSC, yang akan digunakan sebagai tempat perhelatan cabor Bola Basket PON 2020. 

Ketua Umum PB Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Danny Kosasih hadir langsung menyaksikan uji coba tersebut, sekaligus mengevaluasi kekurangan baik panitia lokal Mimika sebagai tuan rumah maupun kesiapan venue.  

Secara keseluruhan, Danny menyebut kesiapan panitia lokal di Mimika yang berasal dari pengurus Pengkab Perbasi, sejauh ini sudah cukup baik dan mencapai sekitar 70 persen lebih. 

"Tinggal panitia lokal harus mengadakan lagi pertandingan untuk menambah jam terbang, pengalaman. Karena tidak bisa sekali saja langsung bisa," katanya. 

Perbasi pusat, katanya, telah mengirim tim dari Jakarta ke Mimika untuk melatih panita lokal agar benar-benar siap sebagai tuan rumah menyelenggarakan PON XX khususnya pada cabang olahraga bola basket. 

"Supaya dia bisa mengambil alih seperti petugas meja, dan bidang statistik. Kita mau pada saat PON, semua panitia adalah orang lokal yang melaksanakan," kata Danny.

Sementara kesiapan venue yang dibangun PT. Freeport Indonesia itu, kata Danny, sudah cukup memuaskan dan memenuhi standar nasional bahkan internasional. 

Mulai dari tribun penonton yang sangat mendukung, memiliki tempat duduk cukup banyak. Gedung ini memiliki 4 ruang ganti yang disebut telah memenuhi standar internasional. 

"Cuma lapangan harus diperhatikan karena garisnya banyak. Di situ harus bersih, tidak ada garis badminton dan lain-lain, disitu ada basket aja," ujar Danny. 

Kemudian, venue basket tersebut terdapat ruang wasit, ruang kesehatan, ambulance, hingga lahan parkir cukup luas. Namun, beberapa ruangan masih kosong dan harusnya dimanfaatkan. 

Kabid Kompetisi dan Pertandingan PB Perbasi Abdul Rozak yang juga technical delegate bola basket, mengakui adanya kemajuan kesiapan panitia lokal maupun sara dan prasaranan pendukung PON di Mimika. 

"Termasuk venue, saya pikir sudah tidak ada masalah, karena memang sebelumnya kami sudah rekomendasi hal-hal yang perlu dibenahi, dan itu sudah dilakukan," katanya. 

Ia juga mengakui, panitia lokal dari pengurus Pengkab Perbasi Mimika dibawah kepeminpinan Cessar Avianto Tunya yang juga Sekum KONI Mimika, sejauh ini kesipannya sudah sangat baik. 

"Kesiapan panitia lokal baik di lapangan maupun di luar lapangan, perlengkapan, keamanan, dan segala macam, saya lihat sudah mulai sinergi," kata Rozak. 

Keberhasilan ajang uji coba tersebut, kata dia, menjadi tolak ukur kesiapan panitia dan sara prasarana pendukung PON pada Oktober 2020 mendatang. 

Tinggal beberapa kesiapan yang akan ditingkatkan, antaralain pelatihan terhadap panitia lokal khususnya untuk tim statistik. Ini merupakan salah satu elemen yang harus dimiliki oleh tuan rumah setiap mengadakan event bolabasket nasional. 

"Untuk petugas visual, misalnya pencatat waktu, menyalahkan scoring board, operator visual, mereka sudah paham cuma masalah jam terbang saja," jelasnya. 

Reporter: Sevianto
Editor: Misba

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar