seputarpapua.com

Abdul Halim: Dana Desa Berpengaruh Besar Menekan Penularan Covid-19 di Desa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim. (Foto: Ist/SP)
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim. (Foto: Ist/SP)

JAKARTA | Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, Dana Desa sangat berpengaruh besar dalam menekan peredaran pandemi Covid-19 di desa.

Dana Desa tahun 2020 sebesar Rp71,09 triliun ini, sangat maksimal digunakan untuk penanganan Covid-19.

Program meliputi Desa Lawan Covid-19, membentuk Relawan Tanggap Covid-19, pembentukan ruang isolasi desa, gerbang desa, dan kampanye hidup bersih.

“Ini ternyata berdampak sangat positif, karena penularan Covid-19 di desa relatif sangat kecil dibanding grafik nasional, sekitar lima persen,” kata Gus Menteri, sapaan akrabnya, Minggu (1/11) melalui keterangan tertulis kepada Seputarpapua.com.

Target pemerintah untuk tahun 2021 mendatang ada dua hal, yaitu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19, yang belum diketahui pandemi ini akan berakhir.

Doktor Honoris Causa dari UNY ini memaparkan, Dana Desa tahun 2020 telah digunakan untuk Program relawan Desa Lawan Covid-19, Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD), pembangunan infrastruktur sebelum wabah Covid-19, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) mencapai Rp44 Triliun.

“Dana tersisa Rp29 triliun dengan sistematika Rp11 triliun nanti akan habis biaya BLT hingga Desember 2020,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Sisa anggaran sekitar Rp18 Triliun yang diminta oleh Gus Menteri, sapaan akrabnya, sesuai dengan Surat Edaran dipakai untuk PKTD Produktif.

Gus Menteri mencontohkan PKTD Produktif, seperti penataan dan revitalisasi desa wisata, yang proyeknya menggunakan PKTD dengan melibatkan warga miskin, pengangguran, dan kelompok marjinal lain.

Sementara untuk sasarannya adalah Desa Wisata. Dengan sasaran ini, maka terjadi pengurangan pengangguran dan peningkatan daya beli, serta lokasi wisatanya menjadi bersih.

“Itu produktif. Atau Ketahanan Pangan, yaitu lahan-lahan yang kosong digarap dengan PKTD,” imbuhnya.

“Kemendes PDTT menargetkan hingga Desember 2020 ini, program ini bisa menyerap sekitar enam juta tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di desa” pungkas Gus Menteri.

Reporter: Mujiono
Editor: Misba Latuapo
Berita Terkait
Baca Juga