Ada Potensi Terjadi Pendangkalan Makin Meluas Akibat Tailing, ini Upaya Freeport

VP Enviromental PTFI, Gesang Setiadi (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
VP Enviromental PTFI, Gesang Setiadi (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Ada potensi terjadi pendangkalan semakin meluas di pesisir Mimika, Papua akibat limbah tailing dari produksi PT Freeport Indonesia.

Sadar akan dampak tersebut, PT Freeport Indonesia disebut tidak tinggal diam untuk melakukan berbagai upaya.

VP Enviromental PTFI, Gesang Setiadi mengatakan Freeport terus komitmen agar masyarakat tidak terkena dampak.

Dijelaskan lahan-lahan baru yang terbentuk diatas tailing diperkirakan sekitar 1.200an Hektar.

Saat ini, Freeport telah melakukan penanaman mangrove di lahan tailing seluas 450 hektar.

“Jadi tailing Freeport ini diprediksi sebagian akan mengalir ke muara dan laut dan akan menimbulkan pendangkalan,” katanya ketika diwawancarai di Kuala Kencana, Jumat (10/6/2022).

Gaesang menjelaskan upaya yang dilakukan Freeport adalah ditanami mangrove kemudian nantinya menjadi hutan mangrove baru.

Dikatakan memang akan terus terjadi tambahan daratan-daratan baru yang terus dan itu akan ditanami mangrove.

“Kita sudah identifikasi kemungkinan ada 4000 hutan mangrove baru dan Freeport juga komitmen untuk menanam mangrove 10.000 hektar sampai tahun 2041,” jelasnya.

Freeport juga berkomitmen untuk melakukan upaya di bagian muara dibentuk groin untuk mengganggu aliran air dan membatasi pergerakan sedimen, juga struktur estuari (perairan muara sungai) untuk menangkap sedimen baru.

Freeport bekerjasama dengan beberapa ahli seperti IPB, UNIPA dan lainnya untuk merancang kedepannya daerah muara bisa dikelola dengan baik sehingga dampak dari kegiatan pertambangan Freeport terutama tailing bisa diminimalkan.

“Sekarang sudah sebagian menjadi hutan tapi 2041 harapan kita daratan-daratan baru ini sudah menjadi hutan yang baru,” katanya.

Selain itu, bersama dengan Community Affair, Freeport juga melakukan program untuk masyarakat yang terkena dampak.

“Karena salah satu yang diprediksi itu pendangkalan. Untuk mengurangi Masyarakat melakukan perjalanan ke Timika (kota) yang kita lakukan adalah memberikan bantuan transportasi boat, juga memberikan bantuan fasilitas kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.

Freeport juga kata Gaesang membuka kios di Manasari dan Otakwa supaya masyarakat juga bisa membeli bahan-bahan kebutuhan mereka kemudian juga untuk membeli ikan-ikan dari masyarakat menjadi bagian program untuk sedimentasi.

“Memang ada dampak tapi Freeport juga melakukan upaya-upaya yang aktif supaya masyarakat tidak terpengaruh oleh sedimentasi tapi mempunyai kegiatan ekonomi lainnya,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.