Adiknya Dinyatakan Meninggal, Oknum Mahasiswa Pukul Dua Perawat RSUD Mimika

PERIKSA | Tim Satreskrim Polres Mimika bersama petugas Polsek Mimika Baru melakukan pemeriksaan dengan mengambil keterangan dari para korban. (Foto: Ist/SP)
PERIKSA | Tim Satreskrim Polres Mimika bersama petugas Polsek Mimika Baru melakukan pemeriksaan dengan mengambil keterangan dari para korban. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Seorang mahasiswa jurusan manajemen di Kota Semarang, Jawa Tengah, menganiaya perawat dan merusak fasilitas di RSUD Mimika, Papua, Selasa (26/1/2021).

Hal itu lantaran pelaku yang berinisial RW tidak terima adik atau saudaranya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi ketika pelaku mendatangi ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Mimika sekitar pukul 06.30 WIT.

Pelaku yang datang langsung memaki-maki petugas rumah sakit yang ada, kemudian memukul dua perawat bernama Eko dan Usman.

Setelah memukul perawat, pelaku keluar dari ruang IRD lalu menendang lagi dinding kaca ruangan itu hingga akhirnya pecah. Bahkan pecahnya kaca dinding ruang IRD menyebabkan kaki pelaku ikut terluka.

“Pelaku datang karena tidak terima saudaranya dinyatakan meninggal oleh RSUD. Setelah itu petugas dimaki-maki dan sempat dilempar pakai aqua, kemudian pelaku memukul petugas, perawat dua kali, kena tangan dan kepalanya,” kata KBO Satreskrim Polres Mimika, Iptu Andi Suhidin, saat ditemui diruang kerjanya.

IKLAN-TENGAH-berita

Perbuatan pelaku kemudian langsung direspon petugas kepolisian dari Polsek Mimika Baru, beserta tim Satreskrim Polres Mimika yang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) disertai mengambil keterangan dari para korban.

Terkait peristiwa ini, hingga siang tadi dari pihak korban maupun pihak RSUD Mimika belum membuat laporan polisi (LP) untuk memproses hukum pelaku.

Namun, pelaku telah diamankan petugas di rumah tahanan Polsek Mimika Baru untuk proses lebih lanjut.

“Pelakunya kita sudah amankan, sambil menunggu tindak lanjut, apakah pihak korban atau pihak rumah sakit yang merasa dirugikan karena pecah kacanya mau buat laporan, baru kita tindaklanjuti,” kata Iptu Andi Suhidin.

 
Reporter: Saldi
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar