Agen Petasan: Tahun Ini Pembeli Petasan di Timika Sepi

PEMBELI | Seorang masyarakat saat membeli petasan di bilangan Yos Sudarso. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
PEMBELI | Seorang masyarakat saat membeli petasan di bilangan Yos Sudarso. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Para pedagang petasan di Kabupaten Mimika, Papua mengeluh karena sepi pembeli. Padahal bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penjualan bahan peledak berkekuatan rendah ini cukup laris.

Apalagi menjelang pergantian tahun, biasanya masyarakat mulai ramai membeli petasan untuk memeriahkan pesta tahun baru baik yang dilakukan di lingkungan keluarga maupun organisasi.

Sudah menjadi hal yang biasa di malam pergantian tahun diwarnai dengan kemeriahan bunyi petasan.

Meski demikian, sudah dua tahun ini kembang api dan petasan yang biasanya dibeli oleh berbagai instansi pemerintah dan swasta, organisasi maupun keluarga dalam jumlah banyak dengan ukuran besar menurun drastis.

Bahkan lebih berbeda dari tahun lalu, dimana pada tahun lalu animo meski sepi tapi terlihat sejak seminggu sebelum tahun baru. Namun di tahun ini, baru mulai tampak ramai pada tanggl 30 dan 31 Desember.

“Agak lengang beda dengan tahun lalu. Bahkan kemarin sudah tanggal 30 masih sepi. Kami terbantu dengan pembelian dari pedagang eceran tapi pedagang eceran juga mengeluh agak sepi,” kata Maria salah satu agen penjualan Petasan di bilangan Yos Sudarso Timika, Jumat (31/12/2021).

Ia berspekulasi mungkin masyarakat masih terbawa situasi Covid 19.

“Mungkin karena Covid-19 juga, ada banyak larangan jangan berkumpul memang tidak ada penyekatan tapi suasana Covid masih ada,” katanya.

Maria yang sudah berjualan petasan sejak tahun 2014 itu mengatakan, dari tahun ke tahun masyarakat yang membeli petasan makin berkurang.

“Makanya saya pesan juga tidak banyak, tapi mungkin nanti 31 malam orang biasa ramai datang beli,” ungkapnya.

harga petasan yang dijual paling tinggi sekitar Rp4 juta, sementara yang standart sekitar Rp50 ribuan, ada pula Rp10 hingga Rp20 ribu.

“Sebagai agen kami berharap agar masyarakat boleh bermain petasan hanya saja harus bisa menjaga keamanan,” harapnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.