AirNav Timika Pastikan Instrumen Navigasi Normal Ditengah Cuaca Ekstrim

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
TERMINAL | Kondisi terminal Bandara Mozes Kilangin sisi selatan yang dikelola oleh UPBU Mimika. (Foto: Ist/Seputarpapua)
TERMINAL | Kondisi terminal Bandara Mozes Kilangin sisi selatan yang dikelola oleh UPBU Mimika. (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Kantor AirNav Indonesia Cabang Timika memastikan instrumen atau peralatan navigasi di Bandara Mozes Kilangin berjalan normal ditengah cuaca hujan deras yang akhir-akhir ini mengguyur Kota Timika dan sekitarnya.

Kepala AirNav Indonesia Cabang Timika, Andi Nurwansyah mengatakan, saat ini dan sesuai dengan informasi dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mimika, Papua terkait dengan cuaca hujan yang disertai dengan thunder storm (badai petir) di langit Timika dan sekitarnya, akan sangat berpengaruh dengan penerbangan, maka pihaknya selalu melakukan antisipasi.

Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan memastikan seluruh instrumen navigasi ke bandarudaraan di Bandara Mozes Kilangin berjalan normal dan baik.

“Kami pastikan semua peralatan navigasi berjalan atau beroperasi dengan normal. Karena sebagai titik penentuan suatu bandara dan instrumen untuk landing (pendaratan) pesawat,” kata Andi yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (3/12/2021).

Namun demikian, terkait dengan ‘delay’ (penundaan penerbangan) pihaknya tidak memiliki kewenangan. Karena itu merupakan bagian dari kebijakan maskapai atau airline itu sendiri.

Apakah delay karena hujan yang lebat, jarak pandang tidak memenuhi dari SOP maskapai maupun lainnya. Namun dari pihak Airnav memastikan semua instrumen navigasi sekarang ini dipastikan berjalN normal

“Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kendala di instrumen dan kami terus melakukan pengecekan,” katanya.

Sementara terkait penambahan operasional bandara, Andi menjelaskan, operasional Bandara Mozes Kilangin sisi selatan sampai pukul 16.00 WIT. Namun, apabila ada permintaan untuk perpanjangan operasional, baik penerbangan maupun pendaratan karena cuaca atau lainnya, pihaknya mengikuti petunjuk dari pengelola bandara.

“Dalam arti kalau pihak bandara menyetujui pengoperasian bandara melebihi waktu operasional biasa (pukul 16.00 WIT), apakah itu sampai pukul 17.00 WIT bahkan sampai malam dari pihak Airnav siap mendukung,”katanya.

Seperti saat penerbangan Batik Air, Rabu (1/12/2021), dimana penerbangan ini melakukan ‘divert’ (mengalihkan) kembali ke Sentani, Jayapura dikarenakan adanya kebijakan dari pilot karena kondisi yang tidak memungkinkan dan dianggap tidak sesuai SOP, maka kembali ke Jayapura.

“Dari itu kan sudah mepet dari jam operasional bandara, maka kami berkolaborasi dengan pengelola bandara memberikan ijin untuk ‘extend’ (memperpanjang) sampai hampir pukul 19.00 WIT,” jelasnya.

“Di Jayapura Pesawat Batik Air mengisi ulang BBM kemudian balik ke Timika, dan ‘Alhamdulillah’ bisa mendarat,” ujarnya.

Andi juga menerangkan, terkait dengan kondisi cuaca, pihaknya selalu menginformasikan kepada pilot. Data cuaca ini tentunya berdasarkan laporan yang disampaikan oleh BMKG.

BMKG tidak bisa langsung menyampaikan ke pilot atau pesawat, karena lebih kepada kepada operasionalnya

“Kami terus menginformasikan semua hal menyangkut penerbangan, baik yang menggunakan sistem maupun informasi secara langsung,” tuturnya.

“Sekali lagi, untuk kondisi sekarang, menyangkut delay merupakan bagian dari ground. Namun itu juga ditentukan oleh kebijakan dari pilot, yang kemungkinan kondisinya tidak sesuai SOP,” terangnya.

Perlu diketahui, BMKG Mimika, Papua memperkirakan dalam satu minggu, mulai Kamis (2/12/2021) hingga Rabu minggu depan cuaca kurang bersahabat, dan akan sering terjadi di jam 14.00 WIT hingga 18.00 WIT. Hujan itu akan disertai dengan thunder storm (badai petir) di langit Timika dan sekitarnya.

Ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap penerbangan di Timika. Pesawat akan sedikit mengalami kesulitan saat mendarat (landing).

Kondisi ini merupakan pengaruh dari La Nina. La Nina masih aktif di wilayah Indonesia.

Dimana selama fenomena La Niña berlangsung di Indonesia, suhu permukaan laut di sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik yang dekat atau berada di garis khatulistiwa akan turun 3° hingga 5° C dari suhu normal.

Reporter: Mujiono
Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Dua Tahun YPMAK  Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Dua Tahun YPMAK Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Baca Juga