seputarpapua.com

Akses 4G Masih Sulit di Pedalaman Papua, Ini Penjelasan Telkomsel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Perbaikan Kabel Optik Kurangi Kecepatan Akses Internet di Timika
Ilustrasi (Foto: Dok SP)

TIMIKA | Executive Vice President (EVP) East Area Sales Telkomsel, Adiwinahayu B. Sigit mengakui beberapa wilayah di pedalaman Papua masih sulit mengakses jaringan 4G LTE.

Dalam Konferensi Pers Virtual, Senin (14/12), Sigit menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya sudah melakukan optimalisasi jaringan, khususnya pada konektivitas broadband, di 178 point of interest (POI) yang tersebar di Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan (Pamasuka).

Disebutkan Sigit, pada tahun ini Telkomsel sudah membangun sebanya 6.180 Base Transceiver Station (BTS) di Are Pamasuka. Namun diakuinya, masih terdapat daerah, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang belum dapat menikmati layanan 4G.

Alasannya, meski BTS-nya sudah ada di daerah tersebut, namun karena dampak dari belum siapnya Palapa Ring Timur (PRT) yang sedang dibangun akibatnya akses 4G masih sulit di beberapa daerah.

“Untuk di Asmat dan Nabire sudah terkonek dengan PRT jadi di beberapa tempatnya sudah bisa akses 4G,” terangnya.

Untuk saat ini, menurutnya, progres koneksi ke Palapa Ring Timur masih dalam tahap 56 persen. Sehingga daerah yang sangat sulit akses 4G, khususnya di Nduga dan Yahukimo.

“Terkait dengan Yahukimo dan Nduga masih belum terkonek PRT,” sebutnya.

Oleh sebab itu, pihak telkomsel masih mengupayakan daerah-daerah 3T terkoneksi dengan PRT di tahun 2021, mendatang.

“Kami harapkan semua itu bisa terkonek dengan Palap Ring Timur. Semoga tahun depan bisa konek sehingga masyarakat di Papua bisa menikmati layanan yang sama dengan wilayah yang lain di Indonesia,” tegasnya.

Berita Terkait
Baca Juga