Amnesty: Pernyataan Ketua MPR Berpotensi Dorong Eskalasi Kekerasan di Papua

Usman Hamid (zoom/dok Seputarpapua)
Usman Hamid (zoom/dok Seputarpapua)

TIMIKA | Amnesty International Indonesia menyayangkan pernyataan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, yang meminta tumpas habis kelompok bersenjata di Papua tanpa mempertimbangkan hak asasi manusia.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, pernyataan Ketua MPR itu berpotensi mendorong peningkatan eskalasi kekerasan di Papua dan Papua Barat.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan Ketua MPR RI yang mengesampingkan hak asasi manusia,” katanya dalam siaran pers, Senin (26/4/2021).

Usman menegaskan, hak asasi manusia merupakan kewajiban konstitusi sehingga harus menjadi prioritas di setiap kebijakan negara. Mengesampingkan hak asasi manusia itu, menurutnya, bukan hanya melawan hukum internasional tetapi juga inkonstitusional.

Ia mengutuk pembunuhan di luar hukum terhadap Kepala BIN Daerah Papua Mayjen TNI (Anm) I Gusti Putu Danny. Dia mendesak negara menegakkan prinsip negara hukum dan hak asasi manusia dengan menemukan dan mengadili pelaku.

Kejadian tersebut, kata Usman, harus dijadikan yang terakhir dan tidak boleh dijadikan pembenaran untuk memperluas pendekatan keamanan yang selama ini terbukti tidak efektif untuk menyelesaikan masalah di Papua.

“Cara itu hanya melanggengkan siklus kekerasan yang dapat mengorbankan warga masyarakat dan juga aparat negara,” katanya.

Menurut dia, negara harus belajar dari pengalaman Aceh dengan mengevaluasi pendekatan keamanan di Papua. Kebijakan apapun yang diputuskan harus menghormati hak asasi manusia.

“Termasuk rencana untuk melabeli Organisasi Papua Merdeka atau OPM sebagai kelompok teroris. Kebijakan itu hanya akan mendorong eskalasi konflik. Itu harus dibatalkan karena tidak sesuai prinsip negara hukum, yang tertuang dalam UUD,” sebutnya.

editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan