Amnesty: Tindak Tegas Oknum TNI Diduga Aniaya Seorang Remaja Papua Hingga Tewas

Istimewa / Amnesty Internasional Indonesia
Istimewa / Amnesty Internasional Indonesia

TIMIKA | Amnesty Internasional Indonesia menanggapi serius kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang remaja Oktovianus Warip Betera (18 tahun) oleh oknum anggota militer di Desa Asiki, Boven Digoel, Papua pada 24 Juli 2020 lalu.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, sangat menyesalkan kasus kekerasan yang telah berulang kali dan terus menerus dilakukan aparat keamanan Indonesia terhadap orang Papua.

“Baru saja terjadi di Nduga, Papua, pembunuhan di luar hukum yang diduga melibatkan anggota TNI. Ini kembali terjadi,” katanya sebagaimana dirilis Amnesty Internasional Indonesia, Rabu (29/7).

Disebutkan, bahkan dalam sebulan terakhir, pembunuhan seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di Asiki, Boven Digoel. Sebelumnya, anggota Polri juga diduga membunuh petani kebun pisang, Marius Betera, di sana.

“Jelas ini semua patut disesalkan. Ini menunjukkan negara tidak serius dalam mencegah maupun menindak tindakan represif aparat yang melanggar hukum di Papua. Akibatnya, terus berulang,” kata dia.

Karena itu, Amnesty terpaksa harus kembali mendesak negara untuk menegakkan hukum dan hak asasi manusia di Papua.

Terlebih lagi, lanjut Usman, dari laporan awal disebutkan bahwa ada dugaan aparat TNI berusaha menutup-nutupi kasus ini dari keluarga korban. Keluarga korban bahkan awalnya tidak bisa melihat jenazah korban.

“Jika benar demikian, maka ini menunjukkan sikap yang tidak profesional dari institusi militer di Asiki,” katanya.

Prev1 of 4

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar